Home / Kampar

Morlan Samanjuntak Dilantik Jadi Anggota DPRD Kampar
Penulis: PH Sitompul | Sabtu, 01 Pebruari 2020 | 17:32 WIB Dibaca: 500 kali

Pelantikan Morlan Simanjuntak SH, MH gagal dilaksanakan pada bulan September 2019 yang lalu dilakukan dengan pelantikan 44 orang anggota DPRD Kabupaten Kampar lainnya, karena saat itu Morlan Simanjuntak mendekam di Lapas Siak.


PEKANBARU, RBC -  Pelantikan Morlan Simanjuntak SH, MH sebagai anggota DPRD Kabupaten Kampar, yang digelar Kamis (30/1/2020) di Bangkinang-Riau, mendapat sorotan dari berbagai pihak.Seluruh anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DPRD Kampar, keluar dari ruangan saat akan dilakukan pelantikan.

Semua anggota DPRD Kampar dari PDIP karena tidak menyetujui keberadaan pelantikan yang dilakukan untuk Morlan Simanjuntak, sebab yang disetujui telah dipecat dari keanggotaannya dari partai PDI Perjuangan. “Kita keluar, dan itu perintah partai,” kata Maju Marpaung SH, Sekretaris Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Kampar menjawab pertanyaan Independensi.Com Kamis (30/1/2020) siang.

Menurut Maju Marpaung, acara pelantikan terhadap Morlan Simanjuntak sebagai anggota DPRD Kampar, itu merupakan amanah Undang-Undang.Tidak ada yang dilanggar atau yang salah dalam acara pelantikan itu. Sebab, nama Morlan sebelumnya sudah ada di SK-kan Gubernur Riau sebagai anggota DPRD Kampar mewakili partai PDIP dapil V Siak Hulu-Perhentian R

Namun, karena diajukan tersangkut masalah pengadilan, dan sudah dipecat dari partai, maka harus dilakukan pelantikan baru digelar pergantian antar waktu (PAW)."Penggantinya saja sudah mengakhiri partai yaitu A.Nazara selaku peraih suara terbanyak kedua," ujar Maju Marpaung

Setelah disetujui, pelantikan Morlan Simanjuntak SH, MH gagal dilaksanakan pada bulan September 2019 yang lalu dilakukan dengan pelantikan 44 orang anggota DPRD Kabupaten Kampar lainnya, karena saat itu Morlan Simanjuntak mendekam di Lapas Siak.

Hal itu bertentangan, Morlan Simanjuntak SH, MH peraih suara terbanyak dari partai PDI Perjuangan daerah pemilihan (Dapil) V Kecamatan Siak Hulu-Kecamatan Perhentian Raja itu, tersangkut kasus pemilihan tahun sebelumnya.

Meski Mahkamah Agung telah menjatuhkan vonis karena Morlan Simanjuntak bersalah, yang diklaim belum terbukti sebagai hukuman.

Usai pemilu, kasus yang menjerat Morlan Simanjuntak terkait masalah besi tua di PT Pertiwi Plywood itu, mencuat ke permukaan.Kejaksaan Negeri Siak selaku pihak eksekutor, menjemput Morlan Simanjuntak dari kediamannya di Perum Pandau Permai, Kecamatan Siak Hulu-Kampar.

Kemudian menjebloskannya ke lembaga pemasyarakan (lapas) untuk proses pengadilan sesuai hukum vonis Mahkamah Agung.Mengetahui Morlan Simanjuntak mengikuti proses sebagai kandidat legislatif (Caleg) telah tersangkut kasus pengadilan, partai-partai mengambil tindakan tegas dengan memecat ke-anggotaannya dari PDI Perjuangan.

“Morlan dipecat sebagai anggota partai PDIP tertanggal 2 Desember 2019 sesuai surat nomor: 22.KPTS / DPP / XII / 2019 yang mengikat Megawati dan Hasto Kristianto selaku Ketua Umum dan Sekjen PDIP,” tegas Ketua Hanafiah DPC PDIP Kampar.

Ditempatkan terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kampar Ahmad Dahlan kepada Independensi mengatakan, perpindahan antar waktu (PAW) tergantung di tangan partai.

Terkait Morlan Simanjuntak SH, MH yang baru dilantik sebagai anggota DPRD Kampar, itu merupakan persetujuan undang-undang. Morlan Simanjuntak merupakan peraih suara terbanyak dalam pelaksanaan pemilihan legislatif di daerah pemilihan (Dapil) V Kabupaten Kampar di Kecamatan Siak Hulu-Perhentian Raja dari partai PDI Perjuangan.

Namanya sudah disetujui dan sudah ada di SK-kan Gubernur Riau. Berhubung yang mengundang tersangkut pengadilan, maka dilantik, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kampar menunggu surat dari DPRD Kampar. “Kita menunggu surat keputusan DPRD Kampar dalam proses Pergantian Antar Waktu (PAW),” ujar Ahmad Dahlan.

Sebelumnya, Asisten I Setdaprov Riau Ahmadsyah Harrofi untuk memberikan persetujuan menjelaskan, pelantikan Morlan Simanjuntak sebagai anggota DPRD Kampar harus dilakukan, tetapi yang disetujui telah dipecat sebagai anggota dari PDIP.

Hal itu diterima Ahmadsyah Harrofi menyikapi surat yang dikirim PDI Perjuangan kepada Pemprov Riau yang meminta, dilakukan PAW dari atas nama Morlan Simanjuntak untuk peraih suara terbanyak kedua.

Untuk memecahkan masalah tersebut, maka putusan pengadilan yang menerpa Morlan Simanjuntak bukan dilanjutkan dengan pemilu, maka pelantikan harus tetap digelar, dan selanjutnya dilakukan pergantian antar waktu.

"Menurut Undang-Undang, yang disetujui mesti diambil sumpahnya dulu baru diganti atau di-PAW, begitu jelas kedudukannya sebagai anggota dewan," kata Ahmadsyah Harrofi.(independensi.com)

[ Kembali ]
Berita Terkait
Jumat, 06 Maret 2020 | 16:37 WIB
sambut HUT Kampar ke-70
DPRD Kampar Gelar Paripurna Istimewa
Jumat, 06 Maret 2020 | 16:17 WIB
Morlan Simanjuntak Dilantik Sebagai Anggota DPRD Kampar
Minggu, 23 Pebruari 2020 | 21:31 WIB
Kuasa Hukum Marlon Simanjutak Beberkan Bukti Transfer Uang atas Permintaan Oknum Partai PDIP
Selasa, 18 Pebruari 2020 | 07:53 WIB
Dana Bumdes Benca Klubi Raib 300 Juta ? Diminta Kejaksaan Periksa Bendahara
Selasa, 04 Pebruari 2020 | 22:11 WIB
Dipecat PDI Perjuangan, Morlan Layangkan Surat Klarifikasi
Sabtu, 01 Pebruari 2020 | 17:32 WIB
Morlan Samanjuntak Dilantik Jadi Anggota DPRD Kampar
Kamis, 23 Januari 2020 | 22:20 WIB
Serah Terima Kalapas Kelas II A Bangkinang, Sutarno Resmi Gantikan Herry Suhasmin
Sabtu, 18 Januari 2020 | 16:13 WIB
APBD Riau 2020, Kampar Dapat Bantuan 283 Rumah Layak Huni
Rabu, 08 Januari 2020 | 13:16 WIB
SUDAH DUA MINGGU BANJIR BELUM SURUT
Jumat, 06 Desember 2019 | 09:29 WIB
Kisah Morlan Simanjuntak yang Dizalimi Mendapat Perhatian Serius dari IMO Riau
 
Indeks Berita | Indeks Foto | Indeks Terpopuler | Redaksi
2015 All Rights Reserved | Riau Bangkit