Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Diduga Ada Aksi Mafia Tanah, Ahli Waris Ngadu ke Presiden RI

Patar Simanjuntak
Sabtu, 28 Des 2019 12:00 WIB | dilihat: 1911 kali
Foto:

Ahli waris pasang Spanduk dilahan Ahli Waris Bakar /Jaramah.



Pekanbaru, RiauBangkit.Com - Para Ahli waris Bakar / Jaramah, tidak terima lahan milik orangtuanya diserobot orang. Apapun yang terjadi, ahli waris akan mempertahankannya. Demikian disampaikan Kasmawati kepada www.riaubangkit.com belum lama ini.

Lebih lanjut Kasmawati mengatakan, aksi arogan penyerobot lahan milik Bakar / Jaromah dipertontonkan. Hal itu dibuktikan dengan adanya aksi salah satu ormas disekitar lahan. Dengan membangun sebuah bangunan salah satu ormas dan memajang umbul-umbul ormas. Meski mereka intimidasi, Kasmawati mengaku tidak akan mundur. Demi mempertahankan hak ahli waris dari Bakat / Jaramah.

" Saya heran, sudahlah lahan orangtua kami diserobot, pakai ormas pula untuk nakut-nakuti kami. Mereka kira kami takut, Yang jelas, sampai matipun hak kami selaku ahli waris akan kami pertahankan", katanya.

Sebelumnya, aksi kekecewaan ahli waris terhadap Polda Riau yang enggan mengusut laporan penyerobotan lahan yang sebelumnya telah dilaporkan. Ahli waris kemudian mengadakan aksi penguasaan lahan, dengan membangun gubuk dilahan milik ahli waris. Namun, aksi itu kemudian dibalas pihak yang diduga telah menyerobot lahan,  dengan bantuan salah satu ormas. Bahkan ormas yang membantunya, katanya, kerap mengintimidasi para ahli waris.

Untuk itu, Ahli waris pun kemudian memajang spanduk dilahan milik ahli waris Bakar / Jaramah, yang bunyinya semacam pengaduan kepada Presiden Republik Indonesia. Atas adanya mafia tanah.

Selain itu, menurut informasi yang diterima www.riaubangkit.com, Surat pengaduan kepada Presiden Republik Indonesia juga sudah dilayangkan.


Sebagaimana diberitakan www.riaubangkit.com sebelumnya,  Kasmawati mengaku, bahwa lahan Bakar / Jaramah telah habis disikat orang-orang yang tidak berhak.

Para penyerobot lahan diduga dengan sengaja menerbitkan surat alas hak atas tanah dilahan milik orang tuanya. Herannya, ketika permasalahan ini dilaporkan ke Polda Riau, Pihak Polda Riaupun sepertinya enggan untuk memprosesnya.

Kasmawati menceritakan, bahwa Kasmawati cs mengetahui lahan orang tuanya diduga telah diserobot, berawal dari hari Senin tanggal 02 September 2019 lalu. Kasmawati dan keluarga datang untuk melihat lahan milik orang tuanya ( Bakar / Jaramah, red )  yang bearada di  jalan Kubang Raya RT 02 / RW 01 Kelurahan Tuah Madani ( dahulu Kelurahan Tuah Karya, red ) Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru - Riau, dengan luasan ± 22.500 meter persegi . Dan Kasmawati melihat bahwa disisi timur. tanaman milik Kasmawati cs berupa durian, rambutan, mangga dan nangka telah dirusak Bayu cs dengan menggunakan mesin cainshaw. Atas kejadian itu, kemudian Kasmawati menemui pekerja Bayu cs dan menanyakan siapa yang menyuruhnya. Pekerja Bayu cs menyatakan bahwa yang menyuruh mereka adalah ahli waris dari Almarhum Aryo Pamungkas.

 

Ketika Kasmawati menanyakan, apa dasar dan alasan mereka membersihkan lahan ?, Bayu cs mengatakan sesuai dengan Surat Sertifikat Hak Milik Nomor 912 tanggal 11 Mei 1999 atas nama Iwan Wijaya ( dahulu SHM Nomor 2721 atas nama Efendi DS ).

 

Sementara, menurut data yang dimiliki dan informasi yang diterima Kasnawati,  bahwa dahulu SHM 2721 atas nama Efendi DS ini pernah dilaporkan ke Polsek Tampan karena diduga adalah SHM Palsu oleh Asrul. Karena waktu itu,  Asrul merasa tidak pernah memiliki dan menguasai lahan serta menjualnya kepada Efendi DS. Kabarnya, Polsek Tampan sendiri, telah mengusut asal muasal terbitnya SHM 2721 atas nama Efendi DS itu. Bahkan, kabarnya pernah terbit hasil Laboratorium dan Forensik jual beli atas lahan tersebut dari Asrul ke Efendi DS yang menyebutkan Non Identik alias Palsu. Namun sayang, laporan Asrul itu, sepertinya herhenti ditengah jalan alias tidak berlanjut hingga ke persidangan dan kabarnya telah di SP3 - kan Polsek Tampan.

 

Untuk itu ujar Kasmiwati lagi, jika mengacu kepada laporan Asrul tersebut, dan hasil lapfor yang menyebutkan Non Identik, hal itu menunjukkan bahwa SHM 2721 atas nama Efendi DS itu adalah SHM Palsu. Artinya, jika SHM 2721 diduga telah palsu, maka SHM turunan SHM 2721 seperti SHM 912 atas nama Iwan Wijaya tertanggal 11 Mei 1999 itu juga tergolong palsu.

 

Jadi, dengan adaya kejadian pengrusakan dan atau pemalsuan surat di atas tanah Bakar / Jaramah, para ahli waris dari Bakar / Jaramah kemudian melaporkannya ke Polda Riau, dengan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor / 386 / IX / 2019 / SPKT / RIAU tertanggal 02 September 2019.

 

Namun sayang, meskipun telah ada beberapa bukti petunjuk telah terjadi dugaan  tindak pidana pasal 170 dan atau 406 dan atau 263 KUHP sebagaimana disebutkan dalam laporan polisi nomor 386 / IX / 2019 / SPKT / RIAU tertanggal 02 September 2019, Pihak Penyidik sepertinya masih enggan untuk mengusut dan menindak lanjutinya, ujar Kasmawati.

 

Buktinya, meski telah dilaporkan dengan resmi ke Polda Riau, pihak Aryo Pamungkas, masih memaksakan diri untuk beraktifitas diatas tanah milik Ahli Waris dari Bakar / Jaramah. Atas sikap Penyidik Polda Riau yang tidak tegas menindak lanjuti laporan Kasmawati cs, Pihak Kasmawti berjanji dan bersumpah sampai matipun, akan tetap melarang siapapun yang akan beraktifitas diatas lahan milik ahli waris dari Bakar / Jaramah.

 

 

"Laporan kami tidak digubris polda, sementara mereka tetap beraktifitas dilahan orang tua kami.  Makanya kami dengaa secara paksa merebut dan menduduki lahan orang tua kami. Dan kami telah berjanji dan bersumpah akan tetap mempertahankan hak kami selaku ahli waris dari orang tua,  meskipun nantinya harus mengorbankan nyawa, kami tidak takut", kata Kasmawati yang turut diaminkan para ahli waris lainnya. ( patar simanjuntak ).



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved