Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Ls Murtama Panggabean Wafat di Usia 61 Tahun
Masyarakat Medan Kehilangan Seorang Pemimpin

PH SITOMPUL
Minggu, 15 Apr 2018 12:00 WIB | dilihat: 1504 kali
Foto:

Keluarga besar Boru



Medan, Riaubangkit.com – Seperti petir di siang bolong. Kalimat itulah yang terungkap ketika seluruh marga Panggabean di kota Medan mendengar berita bahwa Murtama Panggabean telah dipanggil Tuhan.

Kabar itu terdengar Sabtu siang, (7/4). Dia wafat di Bandara Kuala Namu Medan. Rencananya hendak berobat ke Penang, namun Tuhan berkehendak lain, dia menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit terdekat Bandara akibat penyakit dalam yang diderita.

Kaget dan tidak percaya. Mereka saling bertanya dan seketika berita itu tersebar ke seluruh pelosok kota Medan. Siang itu juga, rumah duka dipadati oleh kerabat yang ingin melayat.

Karangan bunga ucapan turut berduka cita pun berdatangan dan memadati sepanjang jalan Padat Karya Medan, kediaman almarhum.

Selasa sore, (10/4) almarhum dikuburkan di Pemakaman Jalan Setia Budi. Lautan manusia memadati rumah almarhum di hari penguburanya. Ada marga Panggabean se-Kota Medan. Hula-hula Situmeang, tulang Hutabarat, serta tulang rorobot, bona tulang dan bona ni ari.

Bahkan, hula-hula martinodohon Hasugian, Hutabarat, Parapat dan Siahaan serta hula-hula Naposo marga Ginting turut hadir. Tidak ketinggalan pula para alumni Metodis, guru dan anak sekolah Metodis dan handai tolan lainnya.

Mereka secara bergiliran meyampaikan kata-kata penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Rombongan juga datang dari kantor istrinya bekerja  yaitu Kantor Menkumham Sumatera Utara. Bahkan rombongan dari Partai Demokrat juga datang. Semasa hidupnya, almarhum adalah pengurus DPD Partai Demokrat Sumatera Utara.

Almarhum meninggalkan seorang istri dan empat orang anak laki-laki dan dua orang anak perempuan. Anak pertama Ruben Panggabean sudah menikah dengan br Ginting dan dikaruniai satu orang anak bernama Anian Panggabean. Kesehariannya, almarhum sudah naik pangkat menjadi Ompu Anian.

Selama hidupnya, dia adalah seorang guru di perguruan Metodis. Dia adalah guru, tapi bukan sekedar sebagai guru, tapi menjadi panutan di tengah-tengah masyarakat. Selama dua periode sebagai Ketua Umum Siraja Panggabean Kota Medan. Dia juga penggagas berdirinya PGM (Persadaan Guru Mangaloksa) Kota Medan.

Banyak yang meneteskan air mata, mengenang masa lalu dan mengenang kebaikan almarhum. Nasehat baik yang diberikan selama ini menjadi kenangan bagi setiap orang. Selamat jalan pak Murtama Pangabean, semoga bapak diterima disisiNya.

Sebelum dikebumikan di Pekuburan Jalan Setia Budi, terlebih dahulu dia disemayamkan di gereja Metodis Simalingkar, karena semasa hidupnya dia adalah seorang sintua di gereja tersebut. Bahkan, menjadi aktivis aktif di gereja Metodis. (*)


 



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved