Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Novel Tidak Terima Tuntutan Jaksa
Tuntutan Jaksa Terlalu Rendah, Dukungan Mengalir Kepada Novel Baswedan

Redaksi
Senin, 15 Jun 2020 12:00 WIB | dilihat: 10332 kali

Mantan Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan

JAKARTA RBC - Tuntutan Jaksa terhadap terdakwa penyiram mata mantan penyidik senior KPK, Novel Baswedan, dinilai oleh sejumlah kalangan terlalu rendah, yakni hanya 1 tahun penjara, bahkan tuntutan tersebut juga disebut-sebut sebagai upaya melindungi terdakwa.

Dua terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, Rahmat Kadir Mahulette dan Rony Bugis, telah dijatuhi hukuman.

Dilansir dari kompas.com pada Jumat (12/6/2020), keduanya dituntut hukuman satu tahun penjara.

JPU menganggap Rahmat Kadir terbukti melakukan penganiayaan dengan perencanaan terlebih dahulu dan mengakibatkan luka berat.

Sedangkan, Rahmat dinilai dituntut bersalah karena dianggap terlibat dalam penganiayaan berat yang mengakibatkan Novel Baswedan kehilangan penglihatan.

Keduanya dituntut dengan Pasal 353 KUHP Ayat 2 jo Pasal 55 Ayat 1 ke 1 KUHP. Namun Tim Advokasi Novel Baswedan tuntutan hukuman itu adalah hal yang memalukan.

Anggota Tim Advokasi Novel, Alghiffari Aqsa mengatakan tuntutan tersebut juga sangat rendah serta tidak berihak pada korban kejahatan.

"Tuntutan ini tidak hanya sangat rendah, akan tetapi juga memalukan serta tidak berpihak pada korban kejahatan."

"Terlebih ini adalah serangan brutal kepada Penyidik KPK yang telah terlibat banyak dalam upaya pemberantasan korupsi," kata Alghiffari dalam siaran pers, Kamis (11/6/2020)dilansir oleh Gridhot.id

Menurut Alghiffari, tuntutan itu mengonfirmasi dugaan Tim Advokasi bahwa persidangan kasus Novel ini merupakan sandiwara. Ia pun mengungkit sejumlah kejanggalan dalam persidangan.

Antara lain saksi-saksi penting yang tidak dihadirkan dalam persidangan serta peran penuntut umum yang terkesan membela para terdakwa.

"Persidangan kasus ini juga menunjukan hukum digunakan bukan untuk keadilan."

"Tetapi sebaliknya hukum digunakan untuk melindungi pelaku dengan memberi hukuman alakadarnya," kata Alghiffari.

Dukungan untuk penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dalam menuntut keadilan terus berdatangan. Seperti diketahui, tokoh nasional DR. Rizal Ramli akan berkunjung ke kediaman Novel Baswedan untuk memberi dukungan.

Mantan Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu tidak datang sendirian. Bersamanya juga akan hadir Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin, mantan Sekretaris Kementerian BUMN M. Said Didu, dan pemikir dari Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung.

Tidak ketinggalan, Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule juga akan datang beserta sejumlah tokoh lainnya.

Berdasarkan kabar yang dikirim oleh aktivis ProDEM Adamsyah Wahab atau yang akrab disapa Don Adam, para tokoh ini akan tiba di kediaman Novel Baswedan pada pukul 14.30.

Dukungan pada Novel Baswedan mengalir lantaran tuntutan jaksa kepada dua terdakwa kasus penyiraman air keras yang dialami Novel pada 11 April 2017 hanya 1 tahun.

Dua penyerang Novel, Rahmat Kadir dan Ronny Bugis dituntut jaksa dengan hukuman 1 tahun penjara. Keduanya dinilai melanggar Pasal 353 ayat 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. RBC

Editor : Feri Sibarani



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved