Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
GEREJA HKBP PANGALOAN PAHAE
Gereja Pertama Sekali di "Ojakhon" di Tanah Batak Oleh Tuan Pdt. Van G. Asselft- July 1862.

Drs PH Sitompul
Selasa, 28 Jan 2020 12:00 WIB | dilihat: 1815 kali
Foto:

Mantan Ephprua HKBP dan Yamato Sitompul



(Ini Tulisan Yamaro Sitompul Pada "Majalah Suara Hkbp" Edisi Mei-2012).

Oleh : Yamaro Sitompul

Sejarah yang tertulis di buku AL MANAK terbitan HKBP setiap tahunya,tertera di halaman Angka Taon Si ingoton.secara detail singkat dan padat dapat kita mengetahui perjalanan Injil berita keselamatan dari Tuhan Yesus Kristus di Tanah Batak.l

Dimulai pada tahun 1824 kedatangan Parbarita Nauli ( Misioner ) yang pertama sampai di Tanah Batak melalui pantai Pesisir Sumatera bagian Barat adalah Tuan Pdt Burton dan Pdt Ward yang di datangkan dari Jemaat Babtis Inggris. di tahun 1825-1829 terjadi perang Tuanku Rao ( Perang Bonjol ) yang memerangi Bangso Batak. Pada Tahun1834 datangnya Pdt Samuel Munson dan Pdt Henry Lyman yang disuruh dari Kongsi Sending BOSTON Amerika,kedua pendeta tersebut Mati Terbunuh oleh masyarakat di LOBU PINING Tapanuli Utara ( Antara Tarutung dan Sibolga) mereka terbunuh demi Barita nauli. korban di karenakan kesalah pahaman Bahasa sebagai komunikasi yang tidak saling mengerti. Tahun 1840 Tuan JUNG HUN (Orang Pintar-mungkin beliau ini bagian dari Jurnalistik Dunia) datang ke tanah Batak peneliti Adat istiadat dan Budaya serta Bahasa Batak,beliau menyebarkan berita Tanah dan Suku bangso Batak di Benua Eropah,sehinggapara Misioner Eropah silih berganti datang ke tanah Batak yang mempunyai DALIHAN NA TOLU sebagai Kaidahnya.

Tahun 1849 kedatangan Tuan Vander Tuk ( Tuan PANDOLTUK )datang dari Nederlan Belanda.tahun 1853 Dr Febri dari Belanda induk Rheinische Sending di tanah Belanda,menyuruh para Pendeta yang tersesat di Banjarmasin Kalimantan,padawaktu itu di Kalimantan keadaan Perang.pada tahun 1857 datanya Pdt Van Asselft di suruh oleh Pdt Witteven dari perkampungan Ermelo Hollan Belanda melalui Tanah batak Selatan (Pardangsina).beberapa tahun kemudian datanglah menyusul Pdt Heine,Pdt Klemmer,Pdt Batz. Mereka Rapat pendeta di sipirok sekitar tgl 7 Oktober 1861,dengan keputusan , permulaan Tugas Rheinische Mission di Tanah Batak, inilah yang menjadi hari kelahiran HKBP. Nama HKBP adalah di ambil dari nama-nama Pendeta yang rapat di sipirok yaitu : Pdt Heine ( H ), Pdt Klemmer ( K ), Pdt Batz ( B ), Pdt Van Asselft ( P ) yang menjadi HKBP (Huria Kristen Batak Protestan)

Pada saat para pendeta berkumpul di tanah batak sebelah selatan ( Sipirok ), pada waktu itu di daerah tersebut telah lebih dahulu di dominasi Agama Muslim.di perkirakan,mereka para pendeta yang 4 orang ini, tidak memungkinkan mendirikan Gereja di daerah tersebut, karena butuh waktu yang lama serta menjaga ke utuhan DALIHAN NA TOLU. Maka pendeta Empat orang tersebut ber bagi tugas menyebarkan Injil ke seluruh tanah Suku bangso batak. Mereka berpisah dari Sipirok Parau Sorat menyebar ke Tanah Batak.

GEREJA HKBP PANGALOAN

PERTAMA DI OJAKHON DI TANAH BATAK

Sesuai keputusan rapat pendeta di sipirok memutuskan untuk menyebar di Tanah Batak. sehingga Pdt Heine bertugas di Sigompulon Phae Julu ( Tapanuli Utara ) , Pdt Klemmer bertugas di Sipirok (Tapanuli Selatan) ,Pdt Batz Bertugas di Bunga Bondar ( Tapanuli Selatan ) dan Pdt Van Asselft bertugas di Pangaloan Pahae Jae( Tapanuli Utara ).

Pada tanggal 20 Desember tahun 1861.Pdt Van Asself dan Pdt Heine berangkat dari Sipirok menuju arah Utara Tanah suku Bangso Batak. berjalan kaki mengikuti Aliran Sungai Batang Toru ( Aek Godang ). ia berangkat dengan keyakinan dari Tuhan sesuai makna Firman Tuhan yang tertulis di Mazmur 121. Dengan menempuh lama perjalanan sekitar Tiga Hari (3 hari). Pada hari yang ke tiga, Tan Van Asselft samapai di Aek Puli (Sungai – Aek Puli) di daerah Pahae Jae. Pada waktu itu sungai Aek Puli sedang Meluap, sungainya cukup besar dan Ganas yang Tumpah mengalir dari Hutan Belantara Bukit Barisan menuju Laut pesisir barat Sumatera.

Pada waktu itu ada dua orang sahabat Pdt Van Asselt dari Pangaloan, mereka sudah lama berkenalan di Sipirok yaitu, Ompu Banuaholing Gultom dan Raja Mulia Nainggolan.setelah sahabatnya yang dua ini mengetahui akan kedatangan Pdt Van Asselft menuju Pahae, Ompu Banuaholing Gultom dan Raja Mulia Nainggolan menjemput sahabatnya pendeta tersebut di Aek Puli. Pada waktu itu mereka sudah tau Sungai Aek Puli sedang Meluap (Banjir). Mereka berdua membantu menyeberangkan Pdt Van Asselft menyeberangi Sungai Aek Puli,merekapun melanjutkan perjalanan di daerah Pahae Jae.

Pdt Van Asself tinggal di daerah Sarulla sejak tahun 1861.pada saat itu di daerah Sarulla Pahae telah masuk agama Muslim.dengan persahabatan pendeta Van Asselft bersama Ompu Banuaholing Gultom dan Raja Mulia Nainggolan di Pangaloan,beliau sering bepergian Sarulla Pangaloan dan Pangaloan Sarulla. Pada bulan Januari 1862 di adakan Pdt Van Asself Parmingguon (Kebaktian) pertama di Rumah Raja Mulia Nainggolan di huta Banjar Dolok Rura Panagaloan yang di ikuti masyarakat kampung tersebut.

Niat Pdt Van Asselft untuk mendirikan Gereja pada Tahun 1862 di Pangaloan yang di harapkan mendapat restu dari sahabatnya Ompu Banuaholing Gultom.tetapi Ompu Banuaholing sangat memegang teguh makna Dalihan Na Tolu (Somba Mar Hula-Hula), kebetulan Ompu Banuaholing Gultom termasuk Pamoruon ni Raja Sitompul yang ada di Pangaloan,maka beliau menyarankan Pdt Van Asselft pergi bersama minta petunjuk kepada hula-hulanya sekaligus meminta Lahan pendirian Gereja kepada Raja Ihutan Sitompul di bariba ni Aek Godang Huta Si Opat Bahal di siria-ria.memang apa yang di sarankan Ompu Banuaholing Gultom menghormati Hula-hulanya,Raja Ihutan Sitompul membeikan lahan Pargodungan Gereja , tepatnya di Pinggir Aek Godang. pada waktu itu Raja Ihutan Sitompul tidak begitu iklas akan kedatangan Pdt Van Asselft,lahan yang di berikan Raja Ihutan Sitompul dianggap masyarakat tempat Setan (Parsetanan).harapan Raja dan masyarakat setempat pada saat itu, biarlah Setan yang ada di lahan tersebut Mematikan Pdt Van Asselft.ternyata pendeta ini tidak Mati-mati di makan Setan,dengan kebaikan pendeta Van Asselft terhadap Raja dan Masyarakatnya ,juga pendeta Van Asselft tidak di makan Setan,akhirnya Raja Ihutan Sitompul perlahan-lahan mengakui Injil dan memberikan pilihan kepada rakyatnya bagi yang mau ikut Pendeta tersebut walaupun Raja belum mau ikut mendengar injil .pada Tahun itu juga 1862 sudah banyak yang mau ikut mendengar Firman Tuhan tetapi belu ada yang mau di Babtis.

Pada tahun 1862 itu,di karenakan masyarakat yang sudah semakin banyak yang ikut mendengar Injil, maka di lahan yang di berikan Raja Ihutan Sitompul kepada Pdt Van Asselft ,disitulah Pdt Van Asselft MANGOJAK HON Gereja Pertama di Tanah Batak yang di Namai “Pargodungan Gereja”.proses pembangunan gereja tersebut membutuhkan waktu lama,di karenakan kepedulian masyarakat terhadap Injil masih Labil terhadap Ajaran yang di bawa Pdt Asselft. gereja pertama ini baru bisa selesai pembangunanya sekitar tahun 1864.

Keturunan Raja Ihutan Sitompul (Raja Zakarias Sitompul ) pemberi Lahan Gereja Pertama di Tanah Batak yang telah mengabdi melayani Umat Tuhan antara lain : (Alm) Guru Jonggi Sitompul

( Pdt Jonggi Sitompul-HKBP, (Alm) St Ulparis Sitompul-HKBP, yang masih aktif sekarang , Pdt Panuturi Sitompul STh-HKBP Belawan, Pdt Victor Sitompul STh HKBP Pematang Siantar, St Sakkan Sitompul, Kas Bistur – GKPI Pangaloan, St Burju Sitompul-HKBP, St Torang Sitompul GKPI (Kampung Torang ) dan lain-lain.

Pada tanggal 23 Oktober 1864 di adakan “Kebaktian Minggu Yang Pertama” di gereja yang sudah rampung bangunanya tepatnya di Pargodungan Gereja di bariba ni aek Huta Si Opat Bahal yang di hadiri oleh para sahabat Pdt Van Asselft dan Raja-Raja serta masyarakat sekitar pargodungan Gereja Pertama ini. Ke esokan harinya di gereja tersebut Pdt Van Asselft mulai membuka Sekolah. Mengajar Anak-anak menulis dan membaca serta mengajar mereka untuk menjadi pengikut Kristus ( KRISTEN ).

Di hari pertama Pdt Van Asselft telah di datangi oleh sekitar Tiga Puluh Orang ( 30 orang ) yang mau menjadi Muridnya,beliauadalah seorang pendeta yang Pintar,Rajin serta tekun mengikuti kemauan para masyarakat dan mengarahkan mereka dengan pelan-pelan ke hal-hal yang Positif.setiap hari pendeta ini rajin merubah Metode mengajar untuk menarik perhatian para murid-muridnya dan masyarakat sekitar.beliau sering mengadakan Makan bersama, dia pernah menaburkan uang Logam di depan Rumahnya membuat anak-anak muridnya senang berebutan Uang. Pdt Van Asselft sabar dan tekun menjalankan pelayananya kepada masyarakat yang mengalami masalah Keluarga menjadi Pendamai serta menyelesaikan sengketa tanah (Parbaloahan) walaupun pada saat itu mereka belum mau jadi Kristen.bahkan Pdt Van Asselft membuka Balai pengobatan Gratis setiap hari buka tanpa membatasi waktu .

Pada tanggal 11 Juni 1865 Pdt Van Asselft membabtis Pati Hutapea dengan nama Babtisnya Yohannes Hutapea.dua tahun kemudian pendeta ini membabtis Panambai Simamora dengan nama Babtisnya Tomas Simamora,Deman br Nainggolan nama babtisnya Martha Nainggolan,David Sitompul,Josua Pasaribu,Herman Samosir dan Elisabeth Sihombing.Fajar Terang telah Terbit namun Hidup pada waktu itu Masih di bayang bayangi Kegelapan.

Sejak tahun 1867 samai tahun 1872, masih jarang masyarakat sekitar yang mau di Babtis walaupun sudah banyak yang menjadi Murid karena proses yang datang dari penguasa yang belum sepenuhnya menerima kedatangan Agama Kristen membimbangkan hati masyarakat untuk memeluk Ajaran Injil dengan sepenuh hati.pada tahun 1873 Pdt Van Asselft membabtis Josef Hutapea berikut Lima orang ( 5 orang ) Anak-anaknya. Pada tanggal 28 Februari 1875,sahabat lama Pdt Van Asselft yaitu Banuaholing Gultom baru mau di Babtis dengan nama babtis Raja Salomo Gultom bersama keluarganya serta para pengikut sahabatnya sekitar Dua Puluh orang ( 20 orang ).

Pdt Van Asselft begitu gigihnya menaburkan berita Injil sebagai berita keselamatan,dia tidak pernah mengeluh seberat apapun tantangan yang di hadapi melayani masyarakat yang sarat dengan pemahaman tergolong Tradisional.dengan pengabdiannya di Rura Pangaloan, telah menghasilkan Buah berita keselamatan (Buah Iman) di kalangan masyarakat yang ia layani, dengan berat hati dan sedih pada tanggal 29 Juni 1875 Pdt Van Asselft harus kembali ke Eropah karena beliau menderita Penyakit.

Padt Van Asselft di gantikan oleh Pdt Puse sampai tahun 1876. Di karenakan hawa panas Rura Pangaloan Pahae,Pdt Puse pindah Tugas melayani ke Humbang.kemudian pada tahun 1877 pendeta Puse di gantikan oleh Pdt Staudte. Pendeta Staudte berperan sebagai pendeta yang ramah pandai bergaul,sampai tahun 1878 pendeta ini telah membabtis sekitar 63 Orang ,termasuk Raja Hiskia Sitompul,Marius Sitompul,Raja Parhalalang Simatupang bersama anaknya Raja Markus Simatupang dan Raja Boas Simatupang.

Di karenakan Pdt Staudte mengalami penyakit di akibatkan hawa di Pargodungan Betabara,lalu beliau mengusulkan supaya gereja tersebut di pindahkan.Pada tahun 1880 pargodungan Gereja resmi di pindahkan ke “ Godung Dolok” di sekitar gereja pertama tepatnya di dataran yang lebih tinggi.pembangunan gereja di Godung Dolok ini selesai pada tahun 1882.pendeta Staudte pada tahun 1882 menderita penyakit parah,dan di rawat di Rumah sakit Padang Sidempuan dan disitu pula ia meninggal Dunia.pendeta ini di gantikan oleh Pdt Christiansen yang di datangkan dari gereja Sigompulon Pahae Julu untuk melayani di gereja Godung Dolok Pangaloan. Pada tahun 1883 pdt Cristiante di gantikan oleh Pdt Kessel,tetapi dia juga tidak betah tinggal di Pangaloan.tahun1884 pdt Kessel kembali ke Humbang dan beliau di gantikan oleh Pdt Bonn.pendeta Bonn terkenal pendeta yang Disipilin tinggi,terutama dalam hal masyarakat yang akan di babtis.sebelum masyarakat itu benar-benar tahu dan memahami tentang ke kristenan, pendeta Bonn tidak mau membabtis,dalam pengertian,setiap masyarakat yang mau di babtis harus betul-betul lebih dahulu memahami tentang kekristenan.sampai tahun 1892, pendeta Bonn telah membabtis sekitar 94 orang.

Melihat dan menimbang kekristenan di Rura Pangaloan akan semakin meningkat jumlahnya oleh pendeta Bonn,maka beliau bersama Tokoh-tokoh masyarakat dan masyarakat Pangaloan mempersiapkan lahan Pargodungan Gereja yang lebih luas serta letak jangkauanya lebih Efektif.lalu pendeta ini meminta Raja-Raja supaya gereja Godung Dolok di pindahkan ke sebelah Timur seberang Sungai batang toru (Aek Godang ).ide tersebut di sambut baik oleh para Raja dan masyarakat seluruhnya. Kemudian pada tahun 1892,gereja Godung Dolok di pindahkan ke Pargodungan Gereja yang sekarang. Tanah pargodungan Gereja Sekarang di Berikan oleh “Ama Talup Pakpahan” hal ini terjadi antara Ama Talup dengan Pendeta Bonn di karenakan persahabatan di antara mereka berdua.melihat pargodungan ini sangat strategis,pdt Bonn membeli tanah di sekitarnya guna perluasan pargodungan.tanah yang di beli memang juga dari sahabat Pdt Bonn antara lain,tanah dari Isak Aritonang,JosepSimatupang,Abel Simatupang dan Elos Simatupang. Pada tahun 1893,

Pdt Bonn kembali ke Eropah.

Perkembangan pengabaran berita keselamatan,juga di lakoni oleh para Putra-puteri Rura pangaloan di anataranya mulai tahun 1940 putra daerah ini Pdt Ria Simatupang telah berhasil melayani umat kristiani di Rura Pangaloan.di tinjau dari pengembangan pelayanan ke pelosok-pelosok wilayah Pahae. Para pelayan Injil dari Putra-putri Pangaloan sendiri,diantaranya yaitu Biv.br Hutagalung (Ny Sitompul-Ompu ni Hibul ) yang selalu rajin menginjil ke pelosok-pelosok Pangaloan, Biv.br Hutagalung ini selalu di dampingi oleh sahabatnya Ompu Sihol Br Panggabean ( Ny Sitompul-Ompung borunya Penulis ) mereka berdua ini termasuk anggota Koor Ina par “Ari Kamis “ HKBP Pangaloan .Ibu Janda dua ini selalu bersama bepergian melewati Sungai Batang Toru ( Aek Godang ) menelusuri Bukit-Bukit menuju Huta Pagaran,Simarpinggan, Mereka juga menelusuri arah utara pangaloan menyeberangi Aek Holang menuju Huta Parikmatia dan melewati Aek Pargarutan menuju Huta Si Tolu Ama Sialang, berjuang Mendaki be Bukitan menuju perkampungan untuk menginjili kaum Ibu dan anak-anak Sekolah Minggu,sekaligus untuk melayani Huria Pagaran (Cabang) Gereja Resort HKBP Pangaloan.

Para pendeta yang pernah bertugas di Gereja HKBP pangaloan,mereka bangga dan rindu akan Gereja tersebut seingat penulis antara lain, (Pensiunan ) Pdt LT Simanjuntak STh, yang mambabtis penulis 26 Desember 1965, Pdt Togar Simanjuntak STh yang sekarang bertugas di Gereja HKBP daerah Pekanbaru Riau, Pdt Drs Baharuddin Silaen Msi, yang sekarang menjadi Pimpinan Redaksi Majalah SUARA HKBP di Distrik Jawa Kalimantan, Cinere Jakarta Selatan dan beliau juga menjadi Dosen di Univ. UKI dan Univ. Mecu Buana Jakarta.

Dengan perkembangan yang pesat,peran serta pengeloalaan gereja HKBP Pangaloan yang sangat baik itu,di tahun 1952 telah berdiri sekolah SMP HKBP Pangaloan lokasinya di pekarangan pargodungan Gereja.lulusan dari SMP HKBP Pangaloan sudah banyak yang ikut berperan dalam pembangunan NKRI.Gereja HKBP Pangaloan telah beberapa kali melaksanakan Jubileum sebagai ucapan Syukr kepada Tuhan antara lain; Jubileum 25 Tahun, Jubileum 75 Tahun, Jubileum 100 Tahun, Jubileum 120 Tahun dan Parolopolopon 140 Tahun.

Pada tahun 2010 yang lalu,SMP HKBP telah di tingkatkan menjadi SMK HKBP PANGALOAN telah mendapat Izin : No Notaris : Sk.Menkeh RI No. C-433.Ht.03.01 Thn 1999

Izin Operasional : 455/850/Sekdis-3/dp/2012

Pada tahun ini 2012 , Gereja HKBP Pangaloan seyogianya merayakan Jubileum 150 Tahun, tapi gereja ini hancur oleh Gempa 2011, saat ini lagi menuju Finising Pembangunan Gereja yang baru tetap di Loskasi Pargodungan Gereja Hkbp Pangaloan, yang memakan biaya Rp.3,6 Milliard.

Sumber :

- Al manak HKBP

- Tulisan Sejarah HKBP Pangaloan Jubileum 120 Tahun

- Tutriturian Ompu Sihol Br Panggabean

Lahir 1901-1995 kepada penulis semasa kecil.

- Keturunan Raja Zakarias Sitompul

-St Burju Sitompul – HKBP Pangaloan

-St Sakkan Sitompul,Kas Bistur – GKPI Pangaloan

-Op Rama Eva br Tampubolon Ny St Ulparis sitompul.

(Baliga ni Baligahon Barita ni Baritahon-Apabila di Perlukan, silahkan di Gali untuk Tujuan Positif)

(+++)



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved