Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Kristen Berbeda dengan Nasrani

PH Sitompul
Selasa, 24 Des 2019 12:00 WIB | dilihat: 1121 kali

Oleh: Herulono Murtopo, 

Saya tidak ingin menguraikan mengapa kaum muslim menyebut orang-orang Kristen dengan sebutan Nasrani. Yang jelas, dalam sejarah kekristenan kelompok nasrani ini sudah ada sejak sebelum lahirnya tokoh bernama Yesus. Apakah karena Yesus diceritakan lahir di Nazareth lalu sebutan untuk pengikutnya adalah Nasrani? Mungkin saja. Tapi, kemungkinan besar, untuk injil-injil kanonik yang sekarang ada dan menyebut nama Nazareth sebagai tempat kelahiran Yesus barangkali tidak tersebar di daerah Arab. Melihat legenda-legenda yang ada di sekitar Islam tentang Yesus (seperti Yesus berbicara pada waktu masih bayi, Yesus tidak tampak sebelum disalibkan, dan Yesus membuat burung merpati hidup dari tanah liat) sepertinya aliran kekristenan yang ada adalah aliran gnostik versi injil Thomas. Manuskrip injil itu sampai sekarang masih ada.

Lalu, apakah sebenarnya nasrani itu? Di dalam Kisah Rasul 24:5 juga dikenal adanya sebuah sekte nasrani. Nasrani adalah salah satu sekte Yahudi pra-kristen yang menganut mistik gnostik. Sejauh mempelajari naskah-naskah Nag Hamadi, manuskrip-manuskrip gnostik banyak ditemukan. Gnostik adalah salah satu sekte yang sangat dipengaruhi oleh filsafat Platonis yang memisahkan tubuh dengan roh yang mengatakan tubuh adalah penjara jiwa. Orang Kristen awal di sekitar Arab, umumnya juga penganut gnostik. Mereka mempercayai bahwa Yesus itu hanya tampaknya saja manusia, tapi manusia pura-pura. Sampai sekarang, aliran Kristen ini masih berkembang di beberapa komunitas timur tengah.

Orang Nasrani berbeda dengan salah satu sekte Yahudi yang lain lagi dan namanya hampir mirip; Nazorea. Kelompok ini dari kata Natzar (ibrani) yang berusaha menjaga dengan ketat tradisi Yahudi. Berbeda jauh dengan sekte Nasrani yang cenderung gnostik. Dalam paham Yahudi misalnya, Yahudi yang awal, mereka tidak mempercayai adanya kehidupan setelah kematian. Itulah sebabnya salah seorang di antara mereka bertanya pada Yesus, kalau ada seorang istri bersuamikan seorang yang tidak punya anak, lalu mati. Menikah dengan adiknya, mati lagi.

demikian sampai tujuh kali, lalu siapa yang akan jadi suaminya nanti? jawaban Yesus cukup diplomatis, anak manusia memang kawin dan dikawinkan... tapi kehidupan di sorga tidak akan kawin dan dikawinkan melainkan akan hidup seperti malaikat malaikat yang senantiasa memuji Allah.

Sementara sebutan untuk orang Nazareth adalah Nazarios. Awalnya sebutan ini adalah semacam ejek-ejekan saja. mengingat daerah itu bukan daerah yang terkenal dan bergengsi. Bandingkan dengan lahir di Jakarta dengan lahir di daerah untuk jaman sekarang. Memang, dekatnya kata nasrani dengan nazareth ini lalu dihubung-hubungkan seakan-akan itu kata dasarnya. Nasrani sudah ada duluan sebelum sebuah desa Nazareth menjadi terkenal berkat kanonisasi alkitab. Bible artinya adalah bibliotika, semacam perpustakaan.

Kata kristen, sebutan pertama kali di Antiokhia sebenarnya bukan nama diri. Tapi sebuah julukan untuk orang-orang yang mempercayai adanya mesias ini. Dalam bahasa Latin, Kristus adalah terjemahan dari Mesias (masehi yang kemudian disebut dengan almasih). Orang-orang yang mempercayainya dikenal dengan sebutan Kristen. Tapi orang-orang Kristen sendiri tidak menyebut diri mereka sebagai Kristen, melainkan pengikut "Jalan Tuhan" (Kisah Para Rasul 9:2, 13:10, 18:25, 19:9, 23, 22:4-5, 24:14, 22) atau "Jalan Allah" (Matius 22:16, Lukas 20:21, Kisah Para Rasul 18:26) atau "Jalan Kebenaran" (2 Petrus 2:2,21).

Sampai di sini jelas kiranya bahwa dalam sejarah kekristenan, orang nasrani berbeda dengan orang Kristen. 

 

Dikutip dari Kompasiana.com



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved