Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Diduga Melakukan Penggelapan Dan Penipuan, Kuasa Hukum Pedagang Lampu Layangkan Somasi Terakhir Untuk Bupati Inhil.

Admin
Kamis, 21 Nop 2019 12:00 WIB | dilihat: 805 kali
Foto:

Keterangan Foto:

Surat Somasi Terakhir Untuk Bupati Kabupaten Inhil

Muhammad Wardan



INHILRiaubangkit.com-Ahmad Yani Hanafi melalui kuasa hukumnya Alazhar Yusuf SH,i MH melayangkan Surat Somasi Terakhir untuk Bupati Kabupaten Inhil Muhammad Wardan atas dugaan melakukan tindak Pidana Penipuan dan Penggelapan hingga mengalami kerugian baik secara Materil maupun Immateril, 

Surat Somasi untuk Bupati Inhil dilayangkan pada tanggal 18November 2019 dengan Nomor:16/SO/AY&P/XI/2019, Sifat:Mendesak Perihal: Somasi Terakhir  serta melampirkan Surat Kuasa. ditujukan langsung Kepada Yth. Muhammad Wardan (Bupati Inhil) Jl. Akasia No. 1 Tembilahan Hilir. Tembilahan, Riau

Sebagaimana dijelaskan Alazhar Yusuf SH.i MH memamaparkan bahwa kliennya merupakan teman baik dari saudara Muhammad Wardan (Bupati Inhil), dan pada tahun 2015 lalu melalui saudar  Syahril Abu Bakar (Ketua LAM Riau) yang merupakan teman dan juga orang kepercayaan saudara Muhammad Wardan mendatangi klien kami untuk meminjamkan uang guna menutupi utang kepada Heri Putra dan Investor yang dijanjikan oleh sdr Muhammad Wardan untuk mendapatkan proyek di Inhil. atas dasar simpati dan teman baik klien kami bersedia meminjamkan uang kepada sdr Muhammad Wardan melalui sdr Syahril Abu Bakar (Ketua LAM Riau) dan Klien kami menyerahkan uang tersebut pada tanggal 12 Februari 2015 kepada sdr Syahril Abu Bakar (Ketua LAM Riau) untuk diserahkan kembali ke sdr Muhammad Wardan sebesar Rp. 1.200.000.000-. satu milyar dua ratus juta rupiah lengkap dengan Buktinya.

Selanjutnya dijelaskan Alazhar Yusuf SH.i MH Sekitar akhir tahun 2016 klien kami bersama rekannya kembali bertemu dengan saudara Muhammad Wardan (Bupati Inhil) dikediamannya di Pekanbaru dengan tujuan untuk menawarkan dan melakukan demo produk dan uji coba lampu Inpor. kemudian setelah itu saudara Muhammad Wardan (Bupati Inhil) tertarik dan meminta untuk dipasangkan dirumah dinas Bupati Inhil disaat akan dipergunakan untuk pesta pernikahan anak beliau.

Kemudian pada awal tahun 2017 Klien kami bersama rekannya dan dibantu juga beberapa orang dirumah dinas Bupati Inhil memasang lampu tersebut baik didalam maupun dihalaman rumah, bahwa setelah semuanya terpasang dan digunakan dalam beberapa bulan, klien kami menanyakan tentang pembayaran atas lampu yang sudah terpasang tersebut, beliau mengatakan mohon dipinjam pakai dulu. atas dasar kepercayaan dan teman baik dengan sdr Muhammad Wardan klien kami menyanggupi.

Selanjutnya dijelaskan Alazah Yusuf SH.i MH menambahkan Bahwa pada bulan Mei tahun 2017 klien mengalami sakit jantung dan terbaring dirumah sakit selama 1,5 tahun, selama klien kami sakit tidak ada yang menghubungi beliau, dan pada tahun 2019 setelah klien kami sembuh beliau mendatangi sdr Muhammad Wardan untuk menanyakan tentang perihal pembayaran uang lampu tersebut, betapa terkejutnya klien kami ketika sdr Muhammad Wardan mengatakan bahwa lampu tersebut sudah di PL kan atau penunjukan langsung. klien kami tidak pernah diberitahukan apalagi menyetujui bahwa lampu tersebut akan di PL kan atau penunjukan langsung, karena lampu tersebut merupakan milik pribadi klien kami dan lampu tersebut tidak diproduksi di dalam negeri. dengan begitu bahwa atas peristiwa hukum diatas tersebut klien kami mengalami kerugian baik secara Materil maupun Immateril;

Untuk Materil Pinjaman Uang Sdr Muhammad Wardan sejumlah Rp. 1.200.000.000-. terbilang satu milyar dua ratus juta rupiah dan

Uang Lampu sejumlah Rp. 200.000.000-. terbilang  dua ratus juta rupiah

Rp. 1.200.000.000 + Rp. 200.000.000 = Rp. 1.400.000.000 terbilang satu milyar empat ratus juta rupiah.

Menanggapi Persoalan Klien kami tersebut Bahwa sampai sekarang atau somasi terakhir ini kami kirimkan, Saudara Muhammad Wardan (Bupati Inhil) belum melakukan kewajibannya kepada klien kami sdr Ahmad Yanni Hanafi. dan kami mendesak Saudara Muhammad Wardan (Bupati Inhil) untuk segera melaksanakan kewajiban kepada klien kami di Kantor Kami di Komplek Kemang Jaya D 17 Jl. Kemang Jaya Selatan VIII, Jakarta Selatan. Pada hari Jum’at tanggal 22 November 2019 pukul 15.00 Wib.

Apabila saudara Muhammad Wardan (Bupati Inhil) tidak mengindahkan SOMASI (teguran) kami ini atau saudara tidak memenuhi kewajiban saudara, Maka dengan terpaksa kami akan menempuh jalur hukum dengan melaporkan saudara Muhammad Wardan (Bupati Inhil) kepada Kepolisian Republik Indonesia dengan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP dan 372 KUHP dengan ancaman 4 (empat) tahun penjara dan akan melakukan gugatan  secara perdata di PN Inhil agar perkara a quo mempunyai kekuatan hukum yang pasti;

Demikian surat Somasi terakhir ini kami sampaikan atas perhatian dan kerjasama yang baik Kami haturkan terima kasih.*** (Red)



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2015 riaubangkit
All right reserved