Home / Dumai
Sidang Keterangan Saksi Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Digelar
Kesaksian Asbel Ht Galung Perlu Dijalani, Majelis Hakim Dan JPU : Bila Perlu Diusut
Penulis: ph sitompul | Senin, 26 Nopember 2018 | 14:13 WIB Dibaca: 256 kali


Dumai, Riaubangkit.Com - Keterangan saksi Raja Iman Hutahaen (saksi dari pihak pelapor) (Keluarga J.HT. Haean  Almarhum. sesuai dengan pertanyaan hakim terkait dengan bergulirnya kasus dugaan pemalsuan tanda tangan oleh terdakwa R. Br S saksi mengatakan bahwa kasus ini diketahui dari adanya SMS dari terdakwa bahwa abangnya J. HT Haean berhutang ke terdakwa.

Saat itu kata saksi dalam persidangan yang digelar pada kamis 15/11/18 bahwa ketiak menerima sms dari R.Br.S keluarganya masih dalam suasana berkabung akan tetapi saksi Raja Iman bertanya kepada terdakwa apakah ada bukti bahwa abang saya punya hutang? Jawab terdakwa melalui telepon selulernya. Dan mengatakan kepada saksi bayar hutang abang mu ini, kalau tidak nanti kusuruh kombes DT. Silitonga Menyikat usahamu. Dan jual harta abangmu baru bayar hutangnya sama aku. Itulah ucapan terdakwa R.BR. S kepada saya Pak Hakim ujar raja iman hutahayen menjawb pertanyaan majelis hakim pada persidangan tersebut

Lanjut Rajaiman HT. Haean berselang satu hari kemudian setelah mendapat sms R.BR.S langsung dia datang ke Dumai untuk menjemput bukti surat hutang abangnya ke rumah terdakwa R.BR. S di Jalan Merdeka Lama Dumai. Diterangkan saksi, sms dari R. BR.S  sekitar Tahun 2015.  dan terdakwa menyerahkan foto copy kwitansi terdiri dari empat lembar yang nilainya kurang lebih (Dua Miliar Enam Ratus Juta Rupiah) dan pada hari itu juga saksi Raja Iman mengirimkan  Barang Bukti keempat kwitansi tersebut ketanah jawa (Sumut) melalui Bus Intra. setelah kakak iparnya  Lansihar Br SImanjuntak ktika itu setelah sampai barang bukti kwitasni tersbut, lalu melihat dan memperhatikan ke empat kwitansi tersebut lantas Lansiar Simanjuntak  mengatakan bahwa hutang yang ada di dalam kwitansi yang empat itu tidak diketahuinya dan terdakwa R.BR. S pun tidak dikenalnya. Selain itu menurt saksi bahwa lansihar simanjuntak kak iparnya juga merasa curiga dengan tanda tangan suaminya J. HT Haean sesuai dengan tanda tangan yang tertera di empat kwitansi yang diduga palsu (Non Identik) menurut hasil LabKrim Poldasu Medan. Transksaksi menjawab majelis hakim.

Menurut saksi, kakak  iparnya Lamsihar Melaporkan hal tersebut ke Polres Dumai  pada tahun 2015 yang lalu, menurut saksi Raja Iman HT Haean sebagai saksi sesuai dengan keterangannya dalam persidangan pada kamis 15/11/2018 bahwa kasus ini sudah hampir dua tahun tertiduri di Penyidik Polres Dumai “Diduga kuat ada Pesan dari oknum polisi berpangkat Kombes (Pamen) Polri yang saat itu bertugas di Polda Riau.”

Ketika Majelis Hakim menanyakan terkait dengan adanya hutang piutang antara abangnya dengan terdakwa R.BR. S, dan kapan hutang itu, dipinjam atau dimana surat kwitansi itu dibuat Raja Iman menjawab majelis hakim bahwa ianya tidak mengetahui hal itu dan dengan jelas saksi mengatakan kasus ini diketahuinya justru dari terdakwa R.BR. S.
Lanjutnya saksi menerangkan bahwa terkait dengan tandatangan yang asli  atau palsu bukan urusannya dan tidak wewenangnya karena itu urusan aparat kepolisian sesuai dengan hasil LabKrim ucap saksi menjawab majelis hakim.
Sementara itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Dumai Agung Nugroho saat Majelis Hakim minta agar kwitansi aslinya diperlihatkan dihadapan majelis hakim JPU tidak membawa bukti kwitansi tersebut. Toh jelas alasannya sehingga bukti kwitansi aslinya tidak bisa diperlihatkan  ke saksi dan kuasa hukum terdakwa namun jaksa penuntut umum tidak dapat menunjukkan kwitansi asli tersebut sangat penting dan seharusnya. Harus dan wajib di ikut sertakan dalam berkas dakwaan ada apa gerangan?

Saksi Asbel HT Galung dari pihak terdakwa R.BR. S dalam kesaksiannya di hadapan Majelis Hakim  menjawab pertanyaan Majelis Hakim terkait dengan hutang piutang. JHT Haean dengan terdakwa R.BR. S bahwa Asbel HT Galung mengetahui hutang pinjaman oleh Almarhum J. HT Haean kepada terdakwa  pada tahun 2013 dan menurut saksi asbel ht galung dianya turut serta membubuhkan tanda tangan pada kwitansi.  dikatakannya dalam tiga kali peminjaman yang dilakukan oelh almarhum  Asbel selalu ikut serta mendampingi Almarhum ke rumah terdakwa untuk meminjam uang dan juga ikut serta ke Bank Mandiri mengambil uang, kemudian. di bahwa ke Rumah J.HT Haean di simpan Budi Indah bagan besar. Asbel saksi dari terdakwa R.Br.S ini menerangkan bahwa dari empat kwitansi hanya tiga kwitansi yang dia tanda tangani dan yang satu lagi tidak di tanda tanganinya. Lebih jauh Asbel HT Galung menerangkan dalam kesaksiannya bahwa kwitansi pertama pada tanggal 16 Mei 2013 sebesar Rp. 1 Miliyar dan pada tanggal 20 mei 2013 sebesar Limar Ratus Juta Rupiahkemudian kwitansi Tanggal 26 Mei 2013 lima Ratus Juta Rupiah. Dan tanggal 29 Mei 2013sebesar Rp. 6 ratus juta rupiah. Dengan jumlah seluruhnya Dua Miliar Enam Ratus Juta Rupiah, akan tetapi Asbel mengatakan bahwa dari Empat kwitansi tersebut pernah di ganti tanggal dan tahunnya dan bulannya tetap dan itu atas kesepakatan J. HT Haean Almarhum dan terdakwa R.BR. S kata Asbel dalam persidangan kamis kemarin  ( 15/11)
Ketika majelis hakim mempertanyakan kepada saksi Asbel HT Galung sebagai apa tugasnya di tempat J.HT Haean jawab saksi sebagai Humas. Dan apakah saksi pada setiap ada transaksi uang yang di lakukan JHT Haean saudara saksi ikut? Jawab saksi tidak hanya terkait dengan pinjaman yang empat kwitansi itu saja katanya di singgung masalah hutang piutang yang sifatnya berbunga Asbel menerangkan bahwa pihaknya mulai dari tahun 2013 sampai dengan  tahun 2014 awal pembayaran bunga uang pinjaman di ambilnya dari kasir usaha J. HT Haean sebesar Rp. 20 Juta melalui kasir Friska Br Sitanggang kata Asbel Huta Galung.“

Setelah penjelsan saksi Asbel terungkap dipersidangan dan diketahui di beberapa pengamat dan pemerhati masalah hukum yang ada hadir di lingkungan PN KELAS I A Dumai tertarik menganalisakterangan saksi dari terdakwa tersebut. Bahkan kwitansi asli sebagi barang bukti tidak dibawa Jaksa penuntut umum pada gelar perkara kamis 15/11 tersebut sehingga saat diminta majelis hakim untuk diperlihatkan di persidangan tidak bisa diberikan jaksa penuntut umum. Timbul pertanyaan pemerhati dan dari kalangan pakar hukum. Apakah? Ada unsure sengaja” sehingga tidak diperlihatkan pada persidangan tersebut.

Untuk pembayaran bunganya yang disebut empat persen dari pangkal pinjaman. Dan itu lancer-lancar saja di sector ke terdakwa R.BR. S setiap jatuh tempo Tgl 16 Tiap bulan?keterangan saksi ini sangat menarik perhatian dan berbau diragukan. Sebab  Kata Asbel Hutagalung;menjawab pertanyaan majelis hakim . dalam kesaksiannya  menerangkan bahwa untang J.HT Haean senilai 2.6 Miliar Rupiah akan tetapi yang dibayar  oleh Almarhum hanya Rp. 20 Juta/Bulan untuk bunga pinjaman.  padahal. Jika dihitung bunga dari Rp. 2.6 M bunganya sudah Rp. 104 Juta/bulan dan pengakkuan saksi Asbel pinjaman seluruhnya jatuh tempo pada tanggal 16 Mei, 20 Mei,  26 Mei, dan tanggal 29 Mei namun hanya tiap tanggal 16 tiap bulan yang dibayar. Menyimak penjelasan saksi ini spertinya “ngaur “ alias kurang jelas? Ada apa dengan keterangan saksi asbel hutagalung? Jawaban saksi tersebut menurut beberapa pengamat sangat perlu didalami dan dipelajari secara cermat. Kata beberapa pemantau persidangan perkara tersebut.
Dilihat dan di analisa keterangan saksi bahwa kwitansi Tanggal 16 Mei 2013 Rp. 1.000.000.000 jika dihitung dengan bunga 4% = Rp. 40 Juta. Sangat membingungkan sebab  bunga pinjaman yang mana sebenarnya yang disetor Asbel HT Galung kepada terdakwa sebesar Rp. 20 juta setiap jatuh tempo. Keterangan saksi asbel hutagalung ini,   sepertinya kesaksian tersebut identik dengan “Pembohongan”. Dan pihak berwajib patut mencermati dan mendalaminya.

Ada yang menarik perhatian pada siding tersebut, Sementara Majelis Hakim tidak pernah mempertanyakan kepada saksi Asbel terkait dengan bunga uang. Dan berapa jumlah bunga uang juga tentang bunga uang berapa persen dari jumlah uang yang dipinjamkan.terdakwa r br s sehingga tidak  terungkap bahwa hutang yang sebenarnya  yang di setor tiap bulan karena pengakuan saksi Asbel Hutagalung bahwa bunga uang pinjaman J.HT Haean selalu lancer namun uang pokok belum pernah di anggsur. Kehadiran saksi Asbel Hutagalung menimbulkan pertanyaan dan menarik perhatian para pemerhati perkara ini. Sebab Asbel Hutagalung dulunya bekerja pada J.Hutahaean. namun setelah perkara ini bergulir dipengadilan Asbel malah menjadi saksi dari terdakwa R Br S.

Pengamatan media inidari hasil sidang dengan agenda keterangan saksi dari pihak terdakwa (Asbel HT Galung terkesan  berbau sudah diatur atau diduga ada yang mengajari. Dan terkesan keterangan saksi tersebut “Abal-Abal” karena keterangan saksi mirip dongeng Abu Nawas negeri seribu satu malam.
Media ini akan terus mengikuti dan mengawal kasus ini dan masyarakat pencari keadilan berharap agar peradilan ini sesuai dengan motto biarpun langit runtuh bumi berguncang akan tetapi keadilan tetap di tegakkan banyak kalangan percaya dan yakin kepada majelis hakim yang mulia yang memeriksa perkara ini  di PN Kelas IA Dumai dan dipimpin majelis hakim ketua Henry Tobing. SH, MH, hakim anggota Liena SH.M.Hum dan Irwansyah. SH sementara jaksa penuntut umum dari kejari Dumai Agung Nugroho. SH. (TIM)

[ Kembali ]
Berita Terkait
Rabu, 28 Agustus 2019 | 00:34 WIB
Syukuri Kemerdekaan, PT Pertamina Patra Niaga Bantu Tiga Panti Asuhan
Senin, 14 Januari 2019 | 16:37 WIB
Surat Tanah Warga Yang Ditanda Tangani Abdullah A Terhitung Banyak Dan Tidak Bermasalah
Senin, 14 Januari 2019 | 16:29 WIB
Pembangunan Jembatan Buluh Ala Basilam Baru Hampir Rampung. Warga Merasa Lega, “Mafia Kayu Tingkatkan Produksi”
Senin, 14 Januari 2019 | 16:25 WIB
Masyarakat Jalan Bunga Tanjung Penyembal Rt. 07 Berharap Agar PLN Pasang Tiang Kabel Permanen
Selasa, 04 Desember 2018 | 04:57 WIB
Masalah Tanah Di Rawang Pendek Ulah Mafia Tanah.
Dame Sirait : Saya Membeli Lahan Dari Pak Tunggak Dan Punya Surat
Senin, 26 Nopember 2018 | 14:13 WIB
Sidang Keterangan Saksi Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Digelar
Kesaksian Asbel Ht Galung Perlu Dijalani, Majelis Hakim Dan JPU : Bila Perlu Diusut
Senin, 26 Nopember 2018 | 13:58 WIB
PK Donal Simbolon Ditolak Mahkamah Agung
Tanah Objek Perkara Seluas 80.920 M2 Sah Hak Milik A Tohar Usman
Selasa, 02 Oktober 2018 | 15:28 WIB
Diduga Tersangka Mendapat Perlakuan Khusus Dari Aparat Hukum
Tersangka Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Kwitansi Hutang Piutang Tidak Ditahan
Selasa, 02 Oktober 2018 | 15:22 WIB
Diduga Ada Oknum Tertentu Menebar Isu Bermuatan Politis
Warga Peternak Babi Jalan Batu Bintang Di Takut-Takuti Oknum Yang Tidak Bertanggung Jawab.
Selasa, 02 Oktober 2018 | 15:16 WIB
Warga Berharap Agar Pemerintah Kecamatan Bathin Solapan Tinjau Kembali Hasil Pemilihan Ketua Rt V Desa Bathin Sobanga
 
Indeks Berita | Indeks Foto | Indeks Terpopuler | Redaksi
© 2015 All Rights Reserved | Riau Bangkit