Home / Wisata & Budaya

Kenapa Ada Kota Batak di Riau?
Penulis: RiauBangkit.Com | Jumat, 21 Juli 2017 | 07:03 WIB Dibaca: 175 kali


Riaubangkit.com - Sedikit pelurusan sejarah, kerajaan batak asalnya semuanya satu rumpun, raja batak yang menguasai daerah dolok adalah patuan sorbadibanua dan anaknya dari putri majapahit yang meneruskan tahtanya disana (daerah dolok) sementara anaknya yg lain dari istrinya yang rumpun batak murni pindah lagi ke toba dan mendirikan dinasti sisingamangaraja.

Cucu cicit kandung sorbadibanua yg di dolok ini yang akhirnya memindahkan kembali kerajaannya ke padang lawas, sementara sisingamangaraja tetap berada di toba , dimana patuan2 (raja)di padang lawas lah yang dulu membuat daerah netral antara siak dan oeristak (orisa-huristak)

Benar adanya dahulu ada tempat bertapa (partapaan/petapahan/patapan) buat raja2 oristak ketika mereka masih menganut agama parbegu/budha tantra bhairawa, jadi kita tau kenapa banyak orang batak disana, karena dahulu blom ada perbatasan riau,sumut, sumbar, jaman belanda masuk mereka cuman mengenal sumatra west kust alias sumatra barat

Sebuah tempat di daerah Pekan Baru, dahulu kala bernama KOTO BATAK. KOTO yang dalam bahasa Minang berarti kampung.  Tempat ini berada diantara kota Pekan Baru dan kabupaten Bangkinang. Pekan Baru yang kita kenal adalah ladangnya kelapa sawit. Kelapa sawit ini diolah sedemikian rupa untuk menjadi minyak goreng dan lain-lain. Kita juga tidak lupa di sana sudah berpuluh-puluh tahun menjadi ladang minyak bagi bangsa Indonesia. Salah satu tempat yang agak terpencil dan menjadi stasiun minyak adalah bernama KOTA BATAK.

Di kota inilah Perusahaan minyak milik Amerika yang bernama Caltex dan sekarang berganti menjadi Cevron berdiri. Di KOTA BATAK ini merupakan stasiun atau terminal yang dipakai untuk mengambil dan mengolah minyak dari dalam tanah. Hasil Bumi ini menjadi sangat berguna ketika sebagian besar masyarakat adalah pengusaha sawit. Mengapa sangat berguna? karena lahan-lahan caltex yang tidak dipergunakan, menjadi lahan warga untuk menanam kelapa sawit. Cevron memiliki beberapa terminal di Pekan Baru. KOTA BATAK menjadi salah satu stasiun/pangkalan minyak terbesar yang berada di RIAU.

Asal Muasal Nama KOTA BATAK di Pekan Baru

Menurut orang batak disana, awalnya Sisingamangaraja pernah bertapa di daerah minang tersebut yang bernama Pekan baru. Desa ini menjadi tempat pertemuan antara Datuk di Riau dan Sisingamangaraja dari Tanah Batak. Salah satu kota yang menjadi ikon di dekat KOTA BATAK ialah PETAPAHAN. PETAPAHAN ini atau biasa disebut dengan simpang PETAPAHAN menurut warga sekitar tempat bertapanya SISINGAMANGARAJA. Sewaktu perang Minang, SISINGAMANGARAJA dianggap banyak membantu DATUK yang menjadi penguasa di daerah Desa Pekan baru itu. Jadi, sebagai imbalannya SISINGAMANGARAJA diberi tempat/daerah yang bernama KOTA BATAK. Dari sisi historis, mungkin ada aspek-aspek tradisional atau adat yang bisa diterima secara logika. Tetapi bila melihat konteks RIAU/PEKAN BARU sebagai Provinsi yang mayoritas Muslim, kemungkinan asal usulnya hampir mendekati daerah TANAH JAWA yang berada di daerah Pematang Siantar.

Selidik punya selidik, ternyata bukan hanya KOTA BATAK saja yang ada di sana, ternyata ada sebuah daerah yang bernama KOTA KARO. Desa ini mungkin kurang dikenal bagi masyarakat karo di daerah Medan. Kebanyakan orang yang tinggal di KOTA BATAK dan KOTA KARO adalah transmigran dari tanah batak dan yang lainnya. Melihat perkebunan kelapa sawit yang maju, maka penduduk disana sebagian besar juga ada yang orang jawa. Sekilas mengenai Kota Batak, daerah ini cukup didominasi oleh orang batak. Namun, sangat disayangkan berita ini kurang sampai ke seluruh masyarakat Indonesia.

Menurut sebagian warga sekitar, nama KOTA BATAK ini berasal dari Perusahaan Cevron sendiri. Dulu, Cevron tidak tahu menamakan daerah ini untuk memasukkannya ke dalam peta wilayah perusahaannya. Sehingga mereka menetapkan wilayah ini dan menuliskan di Peta bernama KOTA BATAK. Penamaan inilah yang tidak dapat dapat diubah oleh pemerintah Riau sendiri dan wilayah-wilayah kabupaten yang ada. Menurut salah seorang karyawan yang bekerja di stasiun caltex, KOTA BATAK ini sudah terkenal sampai di Amerika. Hal inilah yang membuat warga di sekitar terminal Caltex agak berbangga karena berita tentang KOTA BATAK sudah sampai ke luar negeri. Selain itu bagi masyarakat Batak tentunya, ada bukti sejarah yaitu sebuah Prasasti AKSARA BATAK atau biasa disebut Tulisan asli batak pada zaman dulu..(Oleh : Raja bob Ridwan.int)

[ Kembali ]
Berita Terkait
Minggu, 03 September 2017 | 18:43 WIB
Kotbah Minggu Hari Ini : Roma 12 ; 9_21
Jumat, 21 Juli 2017 | 07:03 WIB
Kenapa Ada Kota Batak di Riau?
Kamis, 20 Juli 2017 | 06:42 WIB
Rumah Adat Batak Ternyata Ada di Riau
Ini Satu-satunya Rumah Adat Batak di Riau, Lengkap dengan Dua Patung Gajah
Kamis, 13 Juli 2017 | 20:14 WIB
Perwakilan Naposo Bulung Riau Ikut Serta Dalam Kegiatan Batak Fiesta di Samosir
Minggu, 04 Juni 2017 | 22:57 WIB
Inmemoriam Drs Valentin Sitompul
Valentin Sitompul, Mantan Ketua Sitompul Meninggal Dunia
Rabu, 12 April 2017 | 17:20 WIB
Urutan Kegiatan Acara Pernikahan Adat Batak [Tata Cara]
Rabu, 12 April 2017 | 17:09 WIB
Dalihan Na Tolu: Falsafah Hidup Orang Batak Yang Turun Temurun Sampai Hari Ini
Rabu, 12 April 2017 | 17:04 WIB
Adat Batak
Paulak Une dan Tingkir Tangga Pendangkalan Makna pada Ulaon Sadari
Senin, 27 Maret 2017 | 21:09 WIB
Presiden Jokowi dan HKBP Kemajemukan Wajib Dirawat dengan Baik
Ephorus HKBP Dr. Darwin Lumbantobing Bertemu Presiden Jokowi di Istana
Senin, 06 Maret 2017 | 01:19 WIB
Sada do Hita Sitompul
 
Indeks Berita | Indeks Foto | Indeks Terpopuler | Redaksi
2015 All Rights Reserved | Riau Bangkit