Home / Hukum & Kriminal

Mengaku Tim KPK Peras Kades Rp39 Juta, Empat Wartawan Ditangkap
Penulis: Redaksi | Senin, 27 Januari 2020 | 11:40 WIB Dibaca: 44 kali


Ambon, RBC – Kapolda Maluku, Irjen Polisi Royke Lumowa melalui Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Mohamad Roem Ohoirat menyatakan kepolisian Maluku telah menangkap empat orang wartawan yang menyamar sebagai tim KPK perwakilan Maluku karena diduga telah melakukan pemerasan. Mereka kini diamankan di Mapolres Maluku Barat Daya usai diduga memeras beberapa kepala desa (kades) di Wenwaru, Moa, Maluku Barat Daya.

Dilansir dari CNN Indonesia, disebutkan hahwa keempat Wartawan yang diamankan, yakni Abraham Sahetapy alias Ampi (53), Onisimus Robibawala alias Oni (27), Yance Frans alias Yance (47), dan Septian Dion Irwanto alias Dion (24). Total duit yang mereka dapat dari hasil memeras mencapai Rp39 juta.

“Sudah diamankan bersama barang bukti uang senilai Rp39 juta di Polres MBD,” kata Ohoirat, Sabtu (25/1) malam.

Ohoirat mengatakan peristiwa pemerasan terjadi pada Jumat (25/1). Elias Tenggawna, Kades Wenwaru, Kecamatan Moa Kabupaten Maluku Barat Daya diperas para pelaku. Empat oknum wartawan berpura-pura menyamar sebagai tim KPK perwakilan Maluku dan memeras Elias Rp8 juta.

Kades Wenwaru, kata Ohoirat ‘diperiksa’ oleh keempatnya terkait proyek pembangunan jalan beton sepanpang 300 meter dan proyek air bersih di desa Wenwaru, Kecamatan Moa, Maluku Barat Daya yang menggunakan alokasi dana desa (ADD) tahun anggaran 2018. Namun, proyek tersebut belum rampung.

Mereka mengancam bahwa hasil ‘temuan’ pada proyek itu terdapat penyimpangan. Elias pun dimintai duit agar tidak masuk penjara.

“Ini temuan, mau tidak mau bapak Elias Tenggawna bisa masuk penjara,” kata Ohoirat meniru ucapan pelaku kepada Elias.

Elias awalnya hanya sanggup membayar Rp5 juta, namun para pelaku meminta tambahan Rp3 juta dan akhirnya disepakati.

“Korban setuju dan memanggil bendahara desa memberikan uang Rp8 juta,” ujarnya.

Ohoirat menambahkan para pelaku saat beraksi melengkapi diri dengan tanda pengenal dan surat tugas pimpinan KPK pusat yang dicetak sendiri untuk mempermudah aksi mereka memeras kades yang tersandung masalah ADD dan AD di kecamatan Moa, Kabupaten Maluku Barat Daya.

Selain itu, para pelaku juga memeras kepala desa lain. Total uang yang didapat hasil memeras mencapai Rp39 juta.

“Peras terhadap Kades Kaiwatu Rp10 juta, Kades Tounwawan Rp1 juta, Kades Wakarleli Rp10 juta, dan Kades Moin Rp10 juta,” kata Ohoirat.

Atas perbuatan, keempat tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan. Mereka kini ditahan di Rutan Mapolres Maluku Barat Daya. (cnnic/pm)

[ Kembali ]
Berita Terkait
Selasa, 18 Pebruari 2020 | 12:04 WIB
Tak Ada Dokumen, Satgas Raider 300 Amankan 4 Pelaku dan 2 Ton BBM
Rabu, 12 Pebruari 2020 | 03:28 WIB
Sita Truk Pengangkut Kayu Asal Sumbar Tidak Sah, Kementerian LHK Kalah Sidang Praperadilan
Kamis, 06 Pebruari 2020 | 22:46 WIB
Terjerat Kasus Suap?, Bupati Bengkalis Ditahan KPK
Jumat, 31 Januari 2020 | 19:43 WIB
Windra Setor Belasan Juta BBN-KB ke Rekening Pribadi, Kepala UPTD Samsat Padang Sebut Hanya Membantu
Senin, 27 Januari 2020 | 14:31 WIB
Oknum ASN Calo Janjikan Kelulusan Tes CPNS Ditangkap Polisi
Senin, 27 Januari 2020 | 11:40 WIB
Mengaku Tim KPK Peras Kades Rp39 Juta, Empat Wartawan Ditangkap
Jumat, 24 Januari 2020 | 23:21 WIB
Kacau !, Kapal Pelindo "Kencing" ke Kapal Singapura di Tengah Laut, Diduga Jual Minyak Ilegal
Selasa, 21 Januari 2020 | 17:30 WIB
Argo : Upah 100 Juta Selundupkan 70 Kg Shabu, 2 WNI Ditangkap
Senin, 20 Januari 2020 | 16:06 WIB
Diduga Bakar Lahan, Polres Siak Amankan Karyawan BUMN
Jumat, 17 Januari 2020 | 12:19 WIB
Kasus Dugaan Korupsi Asabri, BPK Lakukan Pemeriksaan Investigatif
 
Indeks Berita | Indeks Foto | Indeks Terpopuler | Redaksi
2015 All Rights Reserved | Riau Bangkit