Home / Politik

GP Ansor Mengklaim Dukung Ahok Demi NKRI dan Kebhinekaan
Penulis: RiauBangkit.Com | Sabtu, 08 April 2017 | 10:39 WIB Dibaca: 6464772 kali

GP Ansor Mengklaim Dukung Ahok Demi NKRI dan Kebhinekaan


Jakarta, Riaubangkit.com - GP Ansor mendukung Ahok-Djarot dan bersiap melawan intimidasi atas nama agama ke para pemilih di Pilkada DKI Jakarta

GP Ansor mengumumkan bersikap mendukungan pasangan Ahok-Djarot di Pilkada DKI Jakarta. Organisasi ini mengklaim dukungan itu diberikan bukan karena alasan politik melainkan demi mempertahankan keutuhan bangsa.

Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Yaqut Cholil Qoumas menyatakan organisasinya memutuskan untuk mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.

Yaqut menyatakan dukungan ini setelah pengurus salah satu sayap organisasi Nahdlatul Ulama (NU) bertemu dengan Ahok-Djarot di Kantor GP Ansor Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, pada Jumat (7/4/2017).

Meskipun demikian, Yaqut mengklaim dukungan organisasinya itu bukan karena kepentingan politik melainkan demi urusan kebangsaan. Menurut dia, kedatangan Ahok-Djarot ke kantor GP Ansor juga tidak untuk mencari dukungan ke organisasunya, tapi hanya sekedar silaturahmi.

"Itu resmi berniat silaturahim, kami sebagai umat Islam, apalagi warga NU, selalu diajarkan orang tua kyai untuk menjalin tali silaturahmi. Di luar, dikatakan kafir, yang jelek-jelek itu kafir, sorry, babi gitu kan (maksud Yaqut ialah Ahok), ternyata hari ini mencontohkan apa yang diajarkan orang tua dan kyai (menjalin silaturahmi)," kata Yaqut.

Menurut Yaqut, dukungan GP Ansor ke Ahok-Djarot dilatarbelakangi pertimbangan bahwa persaingan memerperbutkan kursi DKI 1 semakin mengarah pada kemunculan ancaman bagi kesatuan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saya akan bertanggung jawab atas pernyataan ini. Ansor menilai perkembangan politik akhir-akhir ini bukan soal DKI, tapi ancaman bagi Indonesia," kata Yaqut.

Sementara itu, Ketua umum GP Ansor DKI Jakarta, Abdul Aziz menambahkan organisasinya telah mengaktifkan posko di 47 titik kelurahan. Posko-posko itu berada di Jakarta Selatan (21 titik), Jakarta Timur (16 titik) dan Jakarta Utara (10 titik)

Aziz mengatakan organisasinya membentuk 47 posko tersebut untuk membendung ancaman intimidasi atas nama agama di pelaksanaan putaran kedua Pilkada DKI Jakarta. Aziz khawatir Pilkada DKI Jakarta diwarnai intimidasi atas nama agama dari kelompok-kelompok garis keras demi memenangkan kandidat yang mereka dukung.

"Posko kami siap kawal pilkada damai tanpa intimidasi. Ansor menolak Cagub yang didukung kelompok garis keras," kata Aziz. "Kalau sudah merusak tatanan NKRI, kami akan turun dan lawan."

Pembentukan posko-posko itu, menurut Aziz, sudah melalui koordinasi dengan pihak kepolisian. GP Ansor akan menangani aduan warga yang merasa diintimidasi karena mendukung Ahok-Djarot.

Di tempat yang sama, Djarot bersepakat dengan alasan GP Ansor dalam mendukung dia dan Ahok. Menurut Djarot, tugas merawat kebhinekaan derajatnya sama dengan pemberantasan korupsi, terorisme dan narkoba.

Djarot mengimbuhkan selama ini banyak negara asing justru belajar dari Indonesia mengenai pengalaman dalam merawat keragamaan dan perbedaan di antara sesama anak bangsa. (tirto.id/rbc)

[ Kembali ]
Berita Terkait
Senin, 21 Agustus 2017 | 19:45 WIB
Bakal Gubernur Riau Syamsurizal Mendaftar ke PBB
Senin, 21 Agustus 2017 | 19:45 WIB
Bakal Gubernur Riau Syamsurizal Mendaftar ke PBB
Sabtu, 08 April 2017 | 10:39 WIB
GP Ansor Mengklaim Dukung Ahok Demi NKRI dan Kebhinekaan
Minggu, 20 Nopember 2016 | 23:06 WIB
Ketegasan Panglima TNI dan Kapolri sikat pihak yang berniat makar
Minggu, 20 Nopember 2016 | 22:54 WIB
Beri dukungan, Front Betawi Bersatu minta Ahok tidak takut
Sabtu, 19 Nopember 2016 | 01:41 WIB
Pilgub DKI Jakarta
Ini Pesan Prabowo ke Ahok
Kamis, 17 Nopember 2016 | 00:35 WIB
Pilkada Pekanbaru 2017
Apa Sih, Program Prioritas Nomor 4? Baca Selengkap
Rabu, 16 Nopember 2016 | 17:27 WIB
Ahok Resmi Jadi Tersangka, Ini Komentar Istana
Rabu, 16 Nopember 2016 | 10:33 WIB
Hari Ini, Penyidik Simpulkan Hasil Gelar Perkara Kasus Ahok
Selasa, 15 Nopember 2016 | 22:52 WIB
Praktisi hukum sebut Ahok tak ada unsur sengaja di kasus nista agama
 
Indeks Berita | Indeks Foto | Indeks Terpopuler | Redaksi
2015 All Rights Reserved | Riau Bangkit