Home / Siak
Petani Pemilik Lahan Desa Merempan Hulu Kecamatan Siak Datangi Rumah Joko Tegas
Joko Tegas : Bupati Siak Jangan Sampai Salah dalam Membuat Surat Keputusan, karena Bisa Berakibat Hukum
Penulis: RiauBangkit.Com | Selasa, 17 Januari 2017 | 14:04 WIB Dibaca: 3653184 kali

Joko Tegas sedang memberikan penjelasan kepada warga Merempan Hulu Kecamatan Siak di rumahnya, Senin, (16/1)


Siak, Riaubangkit,com - Puluhan petani pemilik lahan Merempan Hulu Kecamatan Siak Kabupaten Siak, Senin pagi (16/1) mendatangi rumah Joko Tegas di Siak Sri Indrapura untuk meminta penjelasan seputar persoalan kebun sawit mereka yang hingga sekarang belum diserahkan kepada petani pemilik lahan.


Rombongan warga sebelum memasuk rumah pak Joko

Joko Tegas adalah mantan pegawai Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Siak dan dianggap lebih mengetahui sejarah berdirinya kebun Siak I dan Siak II pada masa kepemimpinan Arwin AS sebagai Bupati Siak pada tahun 2005.

Banyak pertanyaan yang dilontarkan warga kepada pak Joko, yang pada intinya meminta penjelasan yang sejelas-jelasnya. Diantaranya, petani pemilik lahan CPCL tahun 2005 sebanyak 167 kepala rumah tangga dan memiliki lahan seluas 487 hektar yang dibangun oleh PTPN V sampai sekarang belum jelas. Mereka sudah pusing tujuh keliling untuk menuntut dan meminta hak-hak mereka kepada Dinas Pertanian dan Perkebunan dan sudah ke DPRD Siak dan sudah berkali-kali mengadakan pertemuan dengan Pemkab Siak dan sudah membuat laporan kepada bapak Bupati Siak dengan sejelas-jelasnya, tapi hingga sekarang belum jelas.


Warga sedang duduk di dalam rumah

Ada dari warga yang yang memberikan pendapat bahwa mereka pemilik lahan merasa tertindas dan merasa harga diri mereka diijak-injak oleh oknum yang tidak bertanggungjawab . Mereka datang ke kebun mereka untuk memanen tandan buah segar langsung ditangkap dan dibawa ke kantor Polsek Siak. Kami dilaporkan dan dituduh sebagai maling. Yang lebih tidak masuk akal bahwa yang melaporkan adalah oknum yang tidak punya lahan.

Mereka juga mengatakan, tak satupun aparat pemerintah Pemda Siak yang membantu dan membela mereka untuk segera memiliki kebun tersebut. Bahkan lebih sadisnya lagi, mereka dianggap orang yang bersalah.

Warga juga memohon penjelasan kepada Pak Joko, pada tahun 2010 kebun sawit seluas 487 hektar sudah terbangun dan pada saat itu sudah berumur 4 tahun. Dan pada saat itu tidak ada pemberitahuan, tidak ada kerjasama, tidak ada kemitraan dengan petani pemilik lahan, muncullah Koperasi Lanjung Permai menguasai langsung memanen dan menjual buah TBS kepada PT. PERSI. Maka kami juga bertanya tentang keberadaab koperasi Lanjung Permai dan PT. PERSI kepada pak Joko.

 Wartawan www.riaubangkit.com yang hadir dalam pertemuan itu menyaksikan warga duduk tenang dan serius mendengarkan penjelasan dari Pak Joko Tegas. Dan saat warga menyampaikan uneg-unegnya tampak Joko Tegas tenang dan menampung semua pertanyaan warga.

Joko Tegas memilah-milah pertanyaan dari warga. Tidak semua pertanyaan dijawab karena bukan bidangnya. Dia mengatakan, dirinya, memang, mantan pegawai Dinas Pertanan dan Pekerbunan Kabupaten Siak. Hanya bisa menjelaskan program Pemkab Siak tahun 2005.

Pak Joko Tegas sedang memberikan penjelasan

Berikut ini penjelasan Joko Tegas
Program pembanguan kebun sawit Siak I dan Siak II yang dilakukan tahun 2005 di kabupaten Siak khusunya yang di Merempan Hulu Kecamatan Siak dibangun untuk petani pemilik lahan yaitu sebanyak 167 kepala keluarga dan 487 hektar, bukan untuk orang yang tidak punya lahan.

Dalam hal mengerjakan lahan itu, Dinas Pertanian dan Perkebunan menunjuk PYPN V. Waktu itu PT Perkebunan Nusantara V membangun dan menanam sawit tahun 2005-2006. Perawatannya pada sampai tahun ketiga. Seharusnya di tahun 2008-2009 sudah harus diserahkan kepada petani pemilik lahan, bukan dibagi-bagi. Yang menyerahkan adalah Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Siak. Walau pun kenyataannya hinnga tahun 2017 belum diserahkan. 

Joko menegaskan bahwa dirinya sudah pensiun dari pegawai dinas pertanian dan perkebunan. Saya menjelaskan apa adanya dan sepanjang yang saya tahu. Yang saya tahu, masalah teknis dan non teknis dalam program pembangun kebun Siak ini tidak ada rahasia. Bapak bertanya dan saya jawab. Dan pada awalnya, program ini dirancang untuk meningkatkan pendapatan masyarakat tempatan dan jangan jadi penonton. 


Warga berada di rumah

Saya tak mengerti kenapa masalah ini ribut bekepanangan. Yang rebut itu adalah orang yang tidak punya lahan. Hanya Dinas Pertanian dan Perkebunanlah yang bisa menyelesaikan ini secara teknis dan non teknis. Pertanggung jawaban juga ada di Distanbun dan aturan dan prosedurnya sudah jelas.

Program ini diarahkan ke Merempun Hulu waktu itu, karena sudah ada CPCL-nya. Jelas ada yang punya lahan. Mungkin selama ini tidak pernah diberikan penjelasan seperti ini dari Dinas.

Penjelasan dari pemerintah dalam hal ini Distanbum tidak tuntas. Sebenarnya semuanya harus mengerti dan tuntas. Joko mengatakan, Bupati siak dalam membuat surat keputusan penetapan tentang siapa yang berhak atas kebun itu harus hati-hati. Kalau salah dalam membuat keputusan, bisa berakibat hukum.


Warga menyalami pak Joko di pintu rumah

Siapa yang berhak? Yaitu masyarakat petani pemilik lahan, bukan untuk orang yang tidak punya lahan. Usulan 2005 melalui 4 kelompok tani, nama-nama CPCL sudah jelas yaitu pemilik 167 orang dan luas lahan 487 hektar. Lahan bapak itu sudah jelas dan sudah dan tidak ada lagi masalah.

Pada dasarnya, Pemkab Siak mengarahkan program ini untuk masyarakat petani yang punya lahan sendiri, bukan lahan Negara bebas.

Bagi masyarakat petani yang punya lahan itulah yang akan dibangunkan kebun sawit. Disiapkan daftar CPCL-nya dan diusulkan melalui kelompok tani ke Dinas Pertanian dan Perkebunan, setelah itu diidentifikasi oleh BPN.

Bicara soal CPCL adalah tahun 2005 bukan sekarang. Sebelum proyek dilaksanakan, ini sudah ada. Ini dasar surat perintah untuk dikerjakan PPTN V. Kebun itu bukan untuk dibagi-bagi karena sudah jelas siapa pemiliknya.

Rombongan warga sebelum memasuk rumah pak Joko

Penetapan Petani Peseta Program adalah melalui SK bupati yang segera akan diterbitkan. Sekali lagi saya katakan, kebun itu bukan untuk dibagi-bagi, tapi penetapan nama pemilik. Ini yang selalu didengun-dengunkan akan dibagi-bagi untuk mengaburkan masalah. Itu tidak benar.

Pokok masalahnya adalah dari data yang ada yaitu sebanyak 167 petani dan 487 hektar kebun sawit, ditengah jalan CPCL-nya bertambah menjadi 300 lebih. Banyak pihak yang mengklaim tanahnya ada di dalamnya. Dan pemilik lahan yang sebenarnya tidak mau.   

Usai bertemu dengan pak Joko, mereka pergi ke kantor bupati Siak untuk menghadiri undangan bupati Siak dalam rangka rapat fasilitasi CPCL kebun sawit Kampung Merempan Hulu Kecamatan Siak.

Rapat yang dilakukan di kantor Bupati Siak, Senin, (16/1) tidak membuahkan hasil. Rapat yang dipimpin Asisten I Pemerintahan Kabupaten Siak itu dihadiri oleh para pihak yang berkompten. Rapat ini untuk yang sekian kalinya dan masih meminta pendapat soal CPCL dari peserta termasuk dari para mantan pejabat yang terkait dengan masalah tersebut. (rbc/red-01)



[ Kembali ]
Berita Terkait
Kamis, 14 September 2017 | 06:43 WIB
Bandar Judi Jekpot Slamat di Perawang Kebal Hukum
Kapolda Riau Diminta Memberangus Judi Jekpot di Perawang
Jumat, 25 Agustus 2017 | 00:52 WIB
Judi Jekpot Menjamur di Siak
Senin, 21 Agustus 2017 | 06:26 WIB
Dilantik Ketum DPP, Wartawan Riauterkinicom Resmi Pimpin DPD IWO Siak
Selasa, 17 Januari 2017 | 14:04 WIB
Petani Pemilik Lahan Desa Merempan Hulu Kecamatan Siak Datangi Rumah Joko Tegas
Joko Tegas : Bupati Siak Jangan Sampai Salah dalam Membuat Surat Keputusan, karena Bisa Berakibat Hukum
Sabtu, 14 Januari 2017 | 15:01 WIB
Kebun Sawit Merempan Hulu Kecamatan Siak Selesai Dibangun Tahun 2008
Hingga Sekarang Belum Juga Diserahkan kepada Petani. Ada Apa ini?
Senin, 07 Nopember 2016 | 22:13 WIB
Gauli Anak di Bawah Umur, Tukang Pangkas Rambut di Perawang Ditangkap Polisi
Sabtu, 08 Oktober 2016 | 10:12 WIB
MASYARAKAT KAMPUNG MEREMPAN DAN MEMPURA MINTA PEMKAB SIAK LAKUKAN PERBAIKAN JALAN SYEH SYAHHIDIN
Kamis, 18 Agustus 2016 | 12:42 WIB
CALON JAMAAH HAJI KAB. SIAK 180 ORANG GABUNG DALAM KLOTER DELAPAN. BERANGKAT 16 AGUSTUS DARI EMBARKASIH BATAM
Jumat, 22 Juli 2016 | 01:29 WIB
Dihadiri Wapres Jusuf Kalla,
Sinar Mas Dukung Program Hari Lingkungan Hidup Melalui Desa Makmur Peduli Api
Jumat, 22 Juli 2016 | 01:13 WIB
Hari Lingkungan Hidup se- Dunia 2016,
Bupati Siak Terima Piala Adipura dari Presiden RI
 
Indeks Berita | Indeks Foto | Indeks Terpopuler | Redaksi
2015 All Rights Reserved | Riau Bangkit