Home / Pekanbaru
Terlambat Lebih Besar dari 15 Persen,
Adnan : Pembangunan SMPN 44 Pekanbaru Harus Diputus Kontrak.
Penulis: Patar Simanjuntak | Sabtu, 16 Nopember 2019 | 22:30 WIB Dibaca: 610 kali


Pekanbaru, RiauBangkit.com - Meski sudah memasuki bulan keempat, pembangunan gedung SMPN 44 Pekanbaru oleh CV Anugrah Purnama, nilai kontrak Rp 2,5 miliar lebih dengan sumber dana APBD Pekanbaru tahun 2019, hingga kini diperkirakan baru sekitar 30 persen. Atas keterlambatan ini, Raja Adnan Direktur Eksekutif Indonesia Monitoring Development (IMD) angkat bicara. 

 

Kepada www.riaubangkit.com, Jumat (15/11/2019) Raja Adnan mengatakan, kalau pelaksanaan pekerjaan ditetapkan sesuai kontrak 150 hari kalender, jika sudah berjalan 100 hari kalender, pekerjaan itu progress idealnya seharusnya sudah sekitar 70 persen. Dalam hal ini, jika realisasi baru sekitar 30 persen. Berarti ada minus pekerjaan 40 persen. Jadi idealnya, jika progress pekerjaan telah minus lebih besar dari 15 persen dari time scedulle, maka harus diputus kontrak.

 

"Jika waktu pelaksanaan 150 hari kalender dan sudah berjalan 100 hari kalender, idealnya progress pekerjaan sudah 70 %. Sementara bobot pekerjaan yang terlaksana hanya 30 %. Berarti minus 40 persen. Maka idealnya jika progress minus 15 persen dari time scedulle maka kontrak harus diputus", ujar Adnan.

 

Adnan menilai bahwa kontraktor pelaksana terbukti tidak mampu bekerja profesional. Dan Pokja ULP juga menurutnya, tidak becus memilih kontraktor yang kompeten. Dalam hal ini, Adnan menduga, itulah akibat adanya rekayasa ketika proses lelang dilakukan dalam pemilihan pemenang lelang pekerjaan. 

 

"Itu yang jelas kontraktor pelaksana, kan terbukti tidak mampu dan itu akibat Pokja ULP tidak becus memilih penyedia jasa yang berkompeten, diduga itu akibat pelelangannya rekayasa", 

 

"Kontraktor Tak Bermodal"

Hal yang sama juga dikatakan Sy, salah seorang kontraktor yang sering mengerjakan pekerjaan sejenis ketika dihubungi www.riaubangkit.com, Jumat (15/11/2019). 

 

Parahnya, Sy menilai bahwa pelaksana pekerjaan  pembangunan gedung SMPN 44 Pekanbaru Tahun 2019 itu yang diawasi oleh CV Inovatif Konsultan , kemungkinan besar tidak ada dana sama sekali. kontraktor diduga hanya bekerja ketika dana dari pemerintah mengucur. "Kontraktor itu, mungkin tak ada uang, makanya terlambat kerja", ujarnya Sy. 

 

Apalagi ujar sumber lagi, adanya keterlambatan, pasti karena uang yang tersendat. Jika karena cuaca dan lokasi lingkungan sekolah SMPN 44 Pekanbaru, tidak mungkin.  Karena Cuaca waktu itu sangat bagus dan lungkungan sekolah itu sangat kondusif. 

 

"Mereka terlambat pasti karena dana, kalau cuaca sejak empat bulan lalu sangat mendukung dan lingkungan juga sangat kondusif", ujar Sy. ( Patar Simanjuntak )

[ Kembali ]
Berita Terkait
Selasa, 11 Pebruari 2020 | 12:50 WIB
Telan Biaya 100 Milyar Lebih, Proyek RS. Madani Diduga Menyimpange
Kamis, 30 Januari 2020 | 13:36 WIB
Wartawan Eksis Sejak.dieta.
Sosok Demarsen Dimata Poniman
Kamis, 30 Januari 2020 | 10:10 WIB
Sekretaris DPD Provinsi Riau, LSM PERKARA Feri Sibarani, STP
pengadaan Mobil Di Satuan Pol PP dan Damkar Pelalawan Harus Diusut Tuntas
Senin, 27 Januari 2020 | 11:52 WIB
Pohon Angker itu S
Senin, 20 Januari 2020 | 16:22 WIB
Kajari Pekanbaru Ingatkan Pegawai Harus Jauhi Perilaku Koruptif
Jumat, 17 Januari 2020 | 19:22 WIB
SatLantas Polresta Pekanbaru Bersama Instansi Terkait, Tertibkan Pedagang dan Parkir di Sepanjang Jalan Tuanku Tambusai
Jumat, 17 Januari 2020 | 19:17 WIB
Jajaran Polda Riau Komit Cegah dan Tangani Karhutla 2020
Jumat, 10 Januari 2020 | 09:48 WIB
Sambangi Hiburan Malam, Polresta Pekanbaru Penyuluhan Tentang Narkoba
Jumat, 10 Januari 2020 | 09:45 WIB
Polresta Pekanbaru Cek Kontrol Gelper dan Tempat Karaoke
Rabu, 11 Desember 2019 | 15:31 WIB
SAMBUT Natal, Polresta Pekanbaru Berbagi Kasih Natal ke Panti Asuhan Kasih Bunda Bersama
 
Indeks Berita | Indeks Foto | Indeks Terpopuler | Redaksi
2015 All Rights Reserved | Riau Bangkit