Home / Nasional

Menkopolhukam Diserang di Pandeglang, Pelaku Sajam Diduga Terpapar ISIS
Penulis: Patar Simanjuntak | Kamis, 10 Oktober 2019 | 23:24 WIB Dibaca: 65 kali


Jakarta, RBC - Menko Polhukam Jenderal Purnawirawan TNI Wiranto diserang di Pandeglang, Banten. Pelaku bersenjata tajam ( Sajam ) mencoba menyerang dan menusuk Wiranto. Para Pelaku, setelah diringkus dan diperiksa, diduga terpapar jaringan ISIS.

"Diduga terpapar ISIS," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Kamis (10/10/2019).

Dilansir dari detik.com, Menko Polhukam ditusuk dengan senjata tajam oleh seorang pria di Pandeglang, Banten. Akibatnya, Wiranto mengalami luka tusuk di tubuh bagian depan.

Penusukan itu terjadi di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019), sekitar pukul 11.50 WIB. Peristiwa itu terjadi dengan cepat dan melukai tiga orang.

 

Berikut ini kronologi kejadian tersebut:

Pukul 08.57 WIB

Wiranto tiba di Alun-alun Menes untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa di Universitas Mathlaul Anwar Banten, Pandeglang. Kegiatan Wiranto di kampus tersebut berlangsung hingga pukul 11.00 WIB.

Pukul 11.30 WIB

Wiranto dan rombongan meninggalkan kampus tersebut untuk kembali ke Alun-alun Menes, Pandeglang. Wiranto rencananya hendak kembali dari lokasi tersebut ke Jakarta menggunakan helikopter.

Pukul 11.50 WIB

Wiranto dan rombongan tiba di Alun-alun Menes. Polri menyebut masyarakat berkumpul untuk bisa bertemu dan bersalaman dengan Wiranto.

Melihat warga yang berkumpul, Wiranto pun hendak menyalami masyarakat. Namun tiba-tiba, dari arah belakang, seorang pria berinisial SA menusuk Wiranto sehingga menyebabkan mantan Panglima ABRI tersebut tersungkur.

"Biasa kan ada pejabat minta salaman, sebagai pejabat beliau kan menyalami juga. Tapi bagian pengamanan internal juga melakukan pengamanan. Tapi dalam waktu yang relatif sangat singkat seorang yang diduga pelaku itu langsung menusukkan benda tajam kepada beliau," kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta.

Selain Wiranto, penyerangan itu membuat Kapolsek Menes Kompol Dariyanto yang ada di lokasi terluka. Anak buah Wiranto juga terluka akibat serangan itu. Wiranto dan korban luka lainnya langsung dilarikan ke klinik terdekat.

Pukul 12.00 WIB

Wiranto dibawa ke RSUD Pandeglang.

Polisi kini telah menangkap dua orang terkait peristiwa tersebut. Pelaku penusukan, SA, diduga terpapar radikalisme ISIS.

"Kita dalami SA memiliki jaringan JAD Cirebon atau JAD lain di Sumatera," pungkas Dedi.

 

Menhan: Sudah Ingatkan, Hati-hati ISIS

Sementara, Menhan Ryamizard Ryacudu, sebelumnya juga sudah pernah mengingatkan pemerintah tentang bahaya ISIS.

"Kan sudah saya bilang waktu itu, orang belum ngomong, hati-hati ISIS masuk. Saya yang pertama kali bilang ISIS pertama masuk, kan," kata Ryamizard kepada wartawan di Jayapura, Papua, Kamis (10/10/2019).

Ryamizard menegaskan ancaman ISIS itu nyata. Namun, menurut dia, kadang ancaman itu tak terlalu diindahkan.

"Dari dulu saya bilang ancaman nyata itu ISIS, bencana alam, sudah 5 tahun lalu. Kadang-kadang kita nggak nyimak," ujarnya.

Polisi menyatakan pelaku penusukan terhadap Wiranto terpapar ISIS. Ada dua orang yang ditangkap, seorang pria dan seorang perempuan.

 

Karopenmas Polri : Pengamanan Pejabat Sudah Standar

Sehubungan dengan Menko Polhukam Wiranto yang diserang pria menggunakan senjata tajam saat melakukan kunjungan di Pandeglang, Banten. Polri mengatakan tidak ada istilah kecolongan soal pengamanan pejabat publik.

"Tidak ada istilah kecolongan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Dedi menjelaskan barikade pengamanan berlapis sudah sesuai prosedur pengamanan pejabat publik. Namun, Dedi mengatakan interaksi dengan masyarakat merupakan hal yang biasa jika ada warga yang minta bersalaman.

"Interaksi pejabat publik dengan masyarakat itu seperti itu, bersalaman, disapa, itu hal yang biasa. Barikade untuk pengamanan kan tetap melekat, ada pamkatnya dekat sama beliau panwal juga ada semua. Jadi prosedur pengawalan dan pengamanan pejabat publik sudah ada pengamanan melekat yang istilahnya protektor pejabat tersebut," kata Wiranto.

Dalam peristiwa ini, pelaku diduga terpapar paham radikal ISIS. Dia mengatakan perilaku anggota kelompok radikal itu memang menarget pejabat publik untuk diserang.

"Kalau terpapar paham radikal ISIS, itu pasti akan menyerang pejabat publik, yang kemudian aparat kepolisian yang dianggap sebagai thogut karena polisi yang setiap saat melakukan penegakan hukum terhadap kelompok tersebut," kata Dedi. 


Polisi Dalami Keterlibatan Pelaku Dengan Jaringan JAD Cirebon-Sumut

 

Pelaku penusukan, Syahril Alamsyah alias Abu Rara, memurut polisi terpapar paham radikal ISIS. Polisi saat ini masih mendalami keterlibatan Abu Rara dengan jaringan kelompok teroris di Indonesia.

"Diduga pelaku atas nama SA tersebut terpapar oleh radikal ISIS. Nanti kami dalami apakah SA ini memiliki jaringan dengan JAD di Cirebon atau JAD lain di Sumatera," jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam keterangan kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Selain Syahril, polisi juga mengamankan seorang wanita bernama Fitri Andriana. Keduanya saat ini masih diperiksa polisi.

"Terduga pelaku diamankan di Polres Pandeglang dan masih proses pemeriksaan oleh Polres Pandeglang, Polda Banten, dan di-backup Densus 88," imbuh Dedi.

Penyerangan terjadi sekitar pukul 11.55 WIB tadi di pintu gerbang lapangan Alun-alun Menes, Desa Purwaraja, Menes, Pandeglang, Banten. Penyerangan terjadi saat Wiranto hendak meninggalkan helipad di lapangan Alun-alun.

Saat itu, Wiranto baru turun dari mobil dan hendak bersalaman dengan pejabat setempat. Tiba-tiba Abu Rara menyerang dengan senjata tajam.

Akibat kejadian itu, Wiranto mengalami luka tusuk di bagian depan. Selain itu, Kapolsek Menes Kompol Dariyanto terluka tusukan di bagian punggung.

Saat ini Wiranto dan Dariyanto masih dirawat di RSUD Pandeglang, sementara pelaku yang diketahui pasangan Suami Istri sudah diamanian.

Pelaku penusukan Menko Polhukam Wiranto di Menes, Pandeglang, menggunakan belati dan gunting. Kedua pelaku merupakan suami-istri dan masih diamankan jajaran Polda Banten.

"Yang laki-laki dalam bentuk belati dan perempuan (menggunakan) gunting," kata Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir di Pandeglang, Banten, Kamis (10/10/2019).

Aksi suami-istri tersebut juga melukai Kapolsek Menes Kompol Dariyanto dan pengawal Fuad Sauki.

Setelah melakukan penusukan terhadap Wiranto, keduanya berusaha menyerang tapi bisa diamankan.

"Korban beliau, Kapolsek Menes, Bapak Fuad Sauki, kemudian ajudan Danrem tapi luka sedikit, setelah itu melakukan penyerangan namun bisa kita amankan," katanya.

Polisi menyebut penusuk Wiranto datang dengan menerobos penjagaan. Seorang pria yang tidak dikenal sebelumnya sudah berada di Pandeglang, Banten.

Kapolda Banten Irjen Tomsi Tohir mengatakan Wiranto pada sekitar pukul 08.30 WIB berangkat ke Menes menggunakan helikopter. Menurutnya, pengamanan telah dilaksanakan. Seperti biasa, budaya sapa dan salam-salaman dengan pejabat juga terjadi dilokasi.

"Telah dilaksanakan pengamanan tapi karena ketulusan hati beliau, beliau sendiri berkehendak menyapa seluruh masyarakat yang menyambut pagi hari tadi. Sampai selfie foto bersama dan sebagainya," kata Irjen Tomsi, Kamis (10/10/2019).


Irjen Tomsi mengatakan pihaknya sudah melakukan sterilisasi dan pengamanan saat Wiranto kembali ke titik awal. Wiranto saat itu turun dari mobil dan kemudian menyapa masyarakat.

"Setelah itu, dari pengamanan kami menyampaikan segera berangkat dan beliau ke lokasi. Sudah sterilisasi pada saat kembali telah juga kita laksanakan pengamanan di situ ada kami, Danrem, dari TNI AU. Kita sama-sama di sana," sebut dia.

"Kemudian memang beliau berkehendak menyapa, terutama ada anak sekolah cukup banyak sambil memegang kamera, HP. kemudian melaksanakan ingin bersalaman atau berfoto,"imbuh Irjen Tomsi.

Namun, di tengah Wiranto menyapa masyarakat, ada dua orang yakni suami istri yang menerobos penjagaan. Wiranto kemudian diserang namun aksi itu sepenuhnya tidak berhasil karena Wiranto bisa langsung dilarikan meski sempat terkena tusukan.

"Namun demikian ada 2 masyarakat, yaitu suami istri yang menerobos masuk penjagaan kemudian melakukan upaya penganiayaan terhadap beliau namun berhasil dicegah namun tidak sepenuhnya sehingga beliau mengalami luka penusukan," kata Tomsi. (dtc/jun)

[ Kembali ]
Berita Terkait
Selasa, 12 Nopember 2019 | 02:16 WIB
AKSI KERICUHAN MEWARNAI MTA XX HIPEMARI JAKARTA
Sabtu, 26 Oktober 2019 | 21:50 WIB
Bawaslu Riau Juara I Kategori Inovasi Pengawasan Pemilu se- Indonesia
Jumat, 25 Oktober 2019 | 18:51 WIB
Dilantik Habis Sholat Jum"at,
Susunan Lengkap Nama dan Posisi Wakil Menteri Kabinet Jokowi
Jumat, 25 Oktober 2019 | 18:28 WIB
Bawaslu RI Lantik Rony Fitrian PAW Anggota Bawaslu Inhu
Jumat, 25 Oktober 2019 | 18:22 WIB
DKPP Jatuhkan Sanksi Peringatan ke KPU Siak.
Rabu, 23 Oktober 2019 | 19:01 WIB
Tak Lagi Dari Partai, Jokowi Tunjuk ST Burhanuddin Jadi Jaksa Agung
Rabu, 23 Oktober 2019 | 18:42 WIB
Kabinet Indonesia Maju,
Presiden Jokowi Umumkan Nama-nama Menteri, Berikut Daftar Lengkapnya
Selasa, 22 Oktober 2019 | 07:07 WIB
Dalam Rangka Menyambut Hari Sumpah Pemuda,
Polda Banten Silaturahmi ke Rektor UIN Sultan Hasanudin
Kamis, 10 Oktober 2019 | 23:24 WIB
Menkopolhukam Diserang di Pandeglang, Pelaku Sajam Diduga Terpapar ISIS
Jumat, 27 September 2019 | 05:44 WIB
Kapolda Sultra, Riau dan Papua Dicopot,
Senin 30, Kapolri akan Sertijab Kapolda Riau
 
Indeks Berita | Indeks Foto | Indeks Terpopuler | Redaksi
2015 All Rights Reserved | Riau Bangkit