Home / Internasional

Tokoh Separatis Benny Wenda Diusir dari Sidang Majelus Umum PBB
Penulis: Redaksi | Senin, 30 September 2019 | 16:13 WIB Dibaca: 1194 kali

Keterangan foto : Tokoh Separatis Papua, Benny Wenda.


New York, RBC -  Tokoh separatis Papua, Benny Wenda dikabarkan hadir di Markas PBB di New York pekan ini, di mana dirinya berniat menghadiri Sidang Majelis Umum PBB. Namun menurut laporan narasumber dan media, kehadirannya justru berujung pada pengusiran.

Angkat Isu Papua

Sebagaimana dilaporkan ABC Indonesia pada Kamis 26 September, pemimpin United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) bersama rombongannya hadir di Markas PBB New York sejak pertengahan pekan.

Di New York, Benny Wenda dikabarkan sibuk melobi agar komisioner HAM PBB dapat berkunjung ke Papua --lanjut ABC Indonesia.

Benny, bahkan dikabarkan 'menebeng' ke delegasi Vanuatu untuk masuk ke dalam sesi Sidang Umum.

Vanuatu -- yang sejak Desember 2014 merupakan tempat berdiri dan markas ULMWP-- merupakan satu-satunya negara anggota PBB yang mengangkat isu Papua di majelis tahun ini.

Namun, terkait hal tersebut, delegasi Indonesia di PBB telah menggunakan hak jawab (rights of reply) yang berisi kecaman dan meluruskan komentar yang dibuat oleh PM Vanuatu Charlot Salwai Tabimasmas.

Soal kehadirannya di New York, Benny Wenda mengatakan, "Pesan saya ke masyarakat internasional, kami sangat membutuhkan pasukan penjaga perdamaian PBB untuk masuk ke Papua," ujarnya dalam wawancara kepada stasiun TV SBS Australia.

Pemerintah Indonesia telah menuduh Benny Wenda berada di balik kerusuhan di Propinsi Papua dan Papua Barat yang meletus sejak Agustus lalu hingga saat ini --termasuk di Wamena pada 23 September yang menewaskan puluhan orang.

Tokoh Papua Nick Messet memastikan, PBB tidak mengijinkan Benny Wenda dan rombongannya masuk ke ruang sidang PBB dan bergabung bersama delegasi Vanuatu karena yang bersangkutan bukan warga negara Vanuatu. 

"Tidak benar Benny Wenda ikut dalam ruang sidang bersama delegasi Vanuatu karena PBB membuat aturan yang ketat dan hanya mengijinkan perwakilan negara yang masuk dalam ruang sidang di New York," kata Messet, seperti dilansir Antara, Minggu 29 September. 

"Peraturan yang diterapkan PBB sangat ketat. Hanya warga negara yang bisa mewakili negaranya dan masuk dalam delegasi di Sidang Umum PBB," lanjut Messet. (@infokomando/igt/pm)

[ Kembali ]
Berita Terkait
Senin, 30 September 2019 | 16:13 WIB
Tokoh Separatis Benny Wenda Diusir dari Sidang Majelus Umum PBB
Selasa, 13 Agustus 2019 | 23:30 WIB
Temuan Tiga Siswa SMAN 2 Palangkaraya,
"Teh Bajakah Penyembuh Kanker" Juara Dunia Lomba WICO di Seoul
Selasa, 28 Agustus 2018 | 03:54 WIB
Bahas Soal Pemekaran Desa, Komisi I DPRD Meranti Temui Dirjen Bina Pemerintahan Desa di Jakarta
Selasa, 28 Agustus 2018 | 03:38 WIB
81 Jemaah Calon Haji Meranti Telah Usai Laksanakan Seluruh Rangkaian Ibadah Haji, 2 Diantaranya Mendapat Perawatan Intensif
 
Indeks Berita | Indeks Foto | Indeks Terpopuler | Redaksi
2015 All Rights Reserved | Riau Bangkit