Home / Meranti

PLN Area Dumai Rayon Selatpanjang Diduga Kerjasama Dengan Oknum Biro Utamakan Layani Kilang Sagu Untuk Mendapat Biaya Dua Kali Lipat Dari Harga Standar PLN.
Penulis: Admin | Sabtu, 15 Juni 2019 | 05:55 WIB Dibaca: 273 kali

Keterangan Foto:

Pemilik Kilang Sagu Danil dan  Didampingi Pengurusnya Tjuan An

Ketika Ditemui Media


Meranti Riaubangkit.com - Selain PLN Menguatamakan Pengusaha dari pada Masyarakat, juga terindikasi terdapat pengelembungan Biaya mencapai dua kali lipat dari harga standar PLN dilakukan oleh Oknum Biro yang diberi kepercayaan untuk memasang jaringan Listrik baru di beberapa kilang sagu khususnya berada diwilayah Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulaun Meranti, Sabtu 15-06-2019.
 
Menurut informasi yang diterima media ini pengelembungan biaya pemasangan jaringan listrik baru yang menjadi sorotan banyak pihak itu diduga kuat adanya permainan dan kerjasama antara Oknum biro dan pengurus yang dipercayai pemilik kilang sagu dengan cara memasukkan jasa pemasangan dan jasa lain yang diketahui sudah menjadi tanggungan oleh pihak PLN serta berdalih untuk ganti rugi lahan masyarakat yang terkena tiang jaringan agar meraih keuntungan lebih.
 
Tidak hanya itu berdasarkan Informasi lain yang di terima media ini diketahui terdapat 7 kilang sagu yang di utamakan pemasangan jaringan listrik baru, Salah satunya pemasangan jaringan listrik Kilang Sagu Milik Embu alias Ahwai di Sei Makam Desa Tanjung Kecamatan Tebing Tinggi Barat yang sudah rampung hampir setahun ini tetapi sampai saat ini belum dialiri listrik atau belum bisa digunakan. dikarenakan Pihak PLN menolak karena diduga kuat pemasangan yang dilakukan oleh oknum biro jasa tidak sesuai standar PLN.
 
Selain itu diketahui juga biaya pemasangan listrik baru dikilang sagu tersebut dengan daya 19700 VA oleh oknum Biro diindikasi mencapai dua kali lipat dengan harga standar PLN mencapai lebih dari 350 juta setiap kilang. 
 
Menanggapi informasi yang dihimpun beberapa Media tersebut, Danel sebagai Ahliwaris pemilik Kilang Sagu Embu alias Ahwai didampingi Tjuan An SH selaku pengurusnya ketika dijumpai mengatakan pemasangan Listrik baru dengan cara Sistem borong diserahkan kepada Pengurus dan Oknum Biro. 
 
"Soal Pemasangan Jaringan Listrik itu dari mula pembayaran dan lain lain saya serahkan sama pengurus dan Biro, untuk biaya 350 juta iya, Sebenarnya kita tidak permasalahkan biaya pemasangan mencapai 350 juta itu, yang saya kecewa itu sejak tahun 2017 lalu masuk pemasangan jaringan listrik sampai saat ini tidak bisa digunakan belum di hidupkan." kata Danil didampingi pengurusnya Tjuan An saat ditemui diruangan Tjuan An jalan rumbia sabtu sore 15-06-2019.
 
Disingung mengenai pasangan jaringan listrik yang tidak setandar PLN, Danil merupakan Konsumen mengatakan itu bukan persolan kita.
 
"dengan Biaya 350 juta yang dibayarkan itu, kita terima bersih, kuitansi pembayaran juga ada, untuk masalah tidak sesuai standar PLN dan masalah ganti rugi lahan itu bukan persolan kita, itu tangung jawab PLN dan Biro PLN Bernama Aril." Kata Danil
 
Untuk kita ketahui bersama Dari halaman resmi PLN, ada 12 golongan tarif baru yang telah diberlakukan, yaitu tarif adjustment. Hal itu merujuk pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 31 dan 33 Tahun 2014 dan serta Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 27 Tahun 2017 untuk daya diatas 197000 VA.
 
Selain itu, ditetapkan pula biaya lain-lain seperti Biaya Guna Penyambungan (BP) Uang Jaminan sebagai Langganan (UJL) Biaya Materai Membeli token listrik atau stroom perdana kecuali token listrik perdana. Sedangkan biaya lain seperti bagian instalasi akan diserahkan kepada pihak PT Perintis Perlindungan Instalasi Listrik Nasional (PPILN).
 
Sementara itu ditempat terpisah Kepala PLN Rayon Selatpanjang Jannatul Firdaus ketika dikonfirmasi media ini melalui Via telfon,Kamis (13/06/19 ) pagi Tidak bisa memberi keterangan dan mengarahkan untuk konfirmasi ke Pihak kantor pusat PLN di Dumai.
 
"Kalau persolan itu bisa tanya langsung ke Area Dumai di bagian perencanaanya," tutupnya.*** ( Rls/Drm).
 

 

 
[ Kembali ]
Berita Terkait
Senin, 04 Nopember 2019 | 01:50 WIB
Terkait dugaan Tindak pidana penipuan & penggelapan, Sekda Meranti Yulian Norwis di somasi pengacara.
Minggu, 27 Oktober 2019 | 08:17 WIB
Akun Facebook Diduga milik ibu Bhayangkari Kabupaten Meranti Dilaporkan Kepolisi.
Kamis, 25 Juli 2019 | 02:37 WIB
Pemasangan Tiang Listrik PLN Didesa Lukit Terindikasi Kuat Dikerjakan Asal-Asalan.
Kamis, 25 Juli 2019 | 01:29 WIB
Stand PLN ULP Selatpanjang Ikut Mensukseskan MTQ XI Tingkat Kabupaten Tahun 2019.
Sabtu, 13 Juli 2019 | 03:00 WIB
Warga Kecewa, PT RAPP Tak Kunjung Realisasikan Tanaman Kehidupan Di Lukit
Kamis, 11 Juli 2019 | 16:06 WIB
PT. RAPP Selain mencari titik Aman dengan lakukan 2 kali Ganti Rugi Lahan yang sama. Diduga kuat juga Bekerjasama Dengan Kepala Desa Jumilan untuk Serobot Lahan Masyarakat
Rabu, 26 Juni 2019 | 19:16 WIB
Pembukaan Tournamen Takraw di halaman polsek kuantan mudik oleh kapolres kuansing AKBP MUHAMMAD MUSTOFA. Sik. M.Si.
Minggu, 16 Juni 2019 | 07:53 WIB
Permaslahan Dokumen Izin Kilang Sagu Milik Embun Alias Ahwai, Ini Kata Danil.
Sabtu, 15 Juni 2019 | 05:55 WIB
PLN Area Dumai Rayon Selatpanjang Diduga Kerjasama Dengan Oknum Biro Utamakan Layani Kilang Sagu Untuk Mendapat Biaya Dua Kali Lipat Dari Harga Standar PLN.
Senin, 10 Juni 2019 | 06:57 WIB
Wah..... Diduga Selama 6 Tahun Kilang Sagu Dimeranti Kantongi Izin Kadarluarsa.
 
Indeks Berita | Indeks Foto | Indeks Terpopuler | Redaksi
2015 All Rights Reserved | Riau Bangkit