Home / Meranti

Terkait Dugaan hilangnya 80 Ton Timah dan Royalti untuk Meranti, Ini Kata Kabid DESDM Provinsi Riau.
Penulis: Admin | Sabtu, 25 Mei 2019 | 23:08 WIB Dibaca: 1482 kali

Keterangan Foto

Timah Hasil Produksi 


Meranti RiauBangkit.Com - Misteri Hilangnya 80 Ton Tiamah Batangan hasil Produksi PT Wahana Perkit Jaya (WPJ) di Desa Topang Kabupaten Kepulauan Meranti tahun 2014 lalu diduga Pemerintah Provinsi Riau dan Pemda Meranti terkesan saling lempar. 
 
Seperti yang dijelaskan Kepala Bidang Energi Dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Provinsi Riau M.Ridwan menjelaskan terkait persolan 80 ton timah hasil produksi PT Wahana Perkit Jaya (WPJ) di Topang tahun 2014 lalu yang dikabarkan telah diekspor dan dilebur ulang di bangka Kewenagannya masih ada di kabupaten kepulauan meranti.
 
"Pada tahun 2014 lalu pada saat PT WPJ saat beroperasi desa topang sebenarnya masih Wewenang Pemeintah daerah Kabupaten  Kepulauan Meranti Karna disana ada kepala Dinas DESDM, dan tentunya izin juga dikeluarkan oleh bupati sesuai UU Nomor 23 tentang pemerintah daerah yang terbit pada tahun 2014." jelas M. Ridwan Via Telpon Kamis 23-05-2019. 
 
Selanjutnya M.Ridwan juga  mengarahkan untuk Koordinasi langsung sama Bupati Kepulauan Meranti atau H.Herman selaku Kepala Dinas DESDM dikabupaten Meranti saat itu. 
 
"Untuk lebih jelas lagi Tanya saja langsung sama Bupati Kepulauan Meranti atau Pak H. Herman, saat itu H.Herman Kadis DESDM meranti dan Orang tersebut yang lebih mengetahui persoalan Itu." Jelasnya. 
 
Tidak hanya itu, lebih jauh dipaparkan Kepala Bidang Energi Dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Provinsi Riau M.Ridwan bahwasannya Wewenang Provinsi Riau hanya persoalan Izin untuk Wilayah Provinsi Riau, sedangkan dimeranti tersebut terdapat terbagi 2 wilayahnya, yaitu Wilayah Provinsi Riau dan Kepulauan Riau (Kepri).
 
"Dengan terbagi dua Wilayah Provinsi Riau dan Kepulauan Riau kami di Provinsi Riau hanya menangani izin sesuai wilayah, jadi seperti kita ketahui Semelter yang berada didesa Topang tersebut milik PT.Wahana Perkit Jaya (WPJ) dan PT.WPJ juga masih aktif, untuk lebih Akurat langsung tanya sama Manajer PT.WPJ tersebut." Papar M.Ridwan.
 
"Sedangkan PT Timah itu perusahaan BUMN yang izinya dikeluarkan oleh pemerintah pusat." tambahnya. 
 
Disingung mengenai penerimaan negara, yang bersumber dari pembayaran royalti ekspor timah sesuai dalam peraturan tata niaga dan ketentuan ekspor timah yang dihasilkan PT WPJ pada tahun 2014 sebanyak 80 ton meranti sebagai penghasil Timah M.Ridwan mengatakan apabila melaksanakan penambangan didarahnya, Meranti tetap mendapakan Royalti.
 
"Karna menambang Didesa topang Meranti tetap dapat Royalti, yang jelas apa pun yang terjadi saat ini di PT.WPJ hasilnya sudah di ambil alih oleh PT.Timah kundur, kita dari Provinsi menyerahkan pada tahun 2016, dan saya juga tidak begitu paham tentang produksi di meranti." tambah M.Ridwan Lagi. 
 
Terakhir dijelaskan Ridwan, bahwa Perkara tersebut sempat dimediasikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan BPK menyarankan Timah tersebut dikembalikan ke Bupati Kepulauan Meranti. 
 
"Walaupun Diserahkan tentunya tidak mungkin Timah tersebut dibiarkan begitu saja, maka diengan solusi timah tersebut tetap dipakai oleh Prusahan PT.Timah Kundur, kita sebenarnya tidak ada kewenangan, kita hanya memfasilitasi sebagai penengah antara PT.WPJ dan PT.Timah Kundur Kepulauan Riau terkait tumpang tindih izin saat itu," Tutup Ridwan. 
 
Sementara itu, dari awal pemberitaan beberapa media H. Herman serta pihak terkait terkesan tidak bisa memberi keterangan dan tidak menanggapi terkait  jumlah pendapatan negara yang disumbangkan dari hasil pembayaran Royalti ekspor timah. Padahal kontribusi ekspor timah cukup signifikan hingga berita kelanjutan ini diterbitkan.
 
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Puluhan ton timah batangan siap ekspor hasil produksi perusahaan pertambangan PT Wahana Perkit Jaya (WPJ) tahun 2014 lalu yang ditipkan di pemerintahaan Desa Topang Kecamatan Ransang Kabupaten Kepulauan Meranti dikabarkan hilang hingga hari ini masih misteri.
 
Duduga hilangnya timah batangan hasil cetakan perusahaan tersebut sudah berlansung lama, Namun anenya atas peristiwa itu sampai detik ini belum ada pelaku yang tersentuh hukum diindikasi sengaja didiamkan dan berlangsung aman.
 
Menurut informasi yang di himpun media ini diketahui sebelumnya izin lokasi Eksploitasi Timah PT. WPJ yang beroprasi diwilayah ujung pulau Tebing Tinggi Bagian Timur dikeluarkan pemerintah pusat diduga tumpang tindih  dengan izin perusahaan timah yang beroprasi di wilayah Kepulauan Riau (Timah Kundur).
 
Tidak hanya itu PT. WPJ juga tidak dibenarkan melakukan Ekspor hasil Produksi timah batangan yang diproses dari Smelter di desa topang dikarenakan berbenturan dengan peraturan pemerintah yang baru. Yang mana izin Ekspor Peraturan Pemerintah yang baru harus melewati izin satu pintu. Sehingga sisa hasil Produksi timah siap Ekpor tersebut tidak bisa di keluarkan sehingga dititipkan di Desa topang.
 
Kepala Desa Topang Syamsuharto, ketika dikonfirmasi media ini terkait hal tersebut membenarkan hal itu,  lebih kurang 80 Ton timah batangan yang ditipkan didesanya itu sudah lama di bawa oleh perusahan tersebut.
 
"Ya, itu sudah lama, pada pertengahan tahun 2017 lalu sebanyak 80 ton Timah batangan siap Ekspor Itu sudah diambil dan dibawa oleh PT WPJ ke Cirebon dan sudah dileburkan di Bangka," Kata Syamsuharto kepada media di  Selatpanjang, Sabtu 13/04/2019 lalu. 
 
Selanjutnya ia menceritakan timah batangan tersebut ditipkan digudang dipelabuhan lantaran saat itu ada perubahan dalam izin Ekspor, yang mana izin Ekspor itu harus miliki satu izin (Ekspor batangan maupun Soldier,red).
 
Ketika Disingung mengenai bagai mana bisa PT. WPJ membawa timah batangan hasil bumi ungulan kabupatennmeranti yang dicetak menjadi Smelter prodak desa topang bisa keluar dari meranti dan di bawa kecirebon untuk dilebur ulang dan dan diduga merubah Smelter prodak bangka. Serta apakah dalam hal ini ada campurtangan pemerintah desa ataupun  daerah setempat sesuai dengan informasi yang berkembang saat ini. 
 
Syamsuharto menjelaskan, 
"Secara lisan ada mereka memberi tau, tapai kalau rekomindasi dari desa tidak ada, untuk lebih jelasnya tanya sama pak camat dan pak Herman saat itu sebagai Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Kadistamben) mereka juga mengetahui itu, Yang pasti perusahaan tersebut tidak ada aktivitasnya lagi dan sudah berhenti, saat ini yang beroperasi Timah Kundur."Tutupnya.
 
Diwaktu yang berbeda Faizul yang diketahui Koordinator PT. wahana Perkit Jaya (WPJ) saat itu yang beroprasi di wilayah desa topang ketika di hubungi melalui via telfon pribadinya sepertinya berkelah diindikasi ada yang ditutupi bawah hasil batangan produksi Smelter didesa topang sudah di ekpor.
 
"Itu sudah ekpor, saat itu kita mengolah sendiri, kapal sendiri, menjual sendiri, dan mengespor sendiri," kata Fazul kepada wartawan melalui via telfon peribadinya,Kamus 25/04/2019 malam. 
 
Mengenai prodak mana yang ekpor dan dijelaskan sesuai dengan pengakun kepala desa topang oleh media ini ada 80 ton sisa hasil produksi PT.WPJ pada tahun 2014 lalu mengaku tidak bisa menjelaskan karena ia hanya perkerja.
 
"Kalau hal itu saya tidak bisa menjelaskan dan memberi keterangan, karena saya hanya perkerja sebagai pengawas," Kelahnya lagi.*** (Red/Drm)
[ Kembali ]
Berita Terkait
Minggu, 16 Juni 2019 | 07:53 WIB
Permaslahan Dokumen Izin Kilang Sagu Milik Embun Alias Ahwai, Ini Kata Danil.
Sabtu, 15 Juni 2019 | 05:55 WIB
PLN Area Dumai Rayon Selatpanjang Diduga Kerjasama Dengan Oknum Biro Utamakan Layani Kilang Sagu Untuk Mendapat Biaya Dua Kali Lipat Dari Harga Standar PLN.
Senin, 10 Juni 2019 | 06:57 WIB
Wah..... Diduga Selama 6 Tahun Kilang Sagu Dimeranti Kantongi Izin Kadarluarsa.
Sabtu, 25 Mei 2019 | 23:08 WIB
Terkait Dugaan hilangnya 80 Ton Timah dan Royalti untuk Meranti, Ini Kata Kabid DESDM Provinsi Riau.
Kamis, 23 Mei 2019 | 21:17 WIB
PT. Timah Salurkan Dana Program Kemitraan Smester 1 Tahun 2019 Dimeranti.
Selasa, 21 Mei 2019 | 19:30 WIB
Wah... Menjadi Bola Panas Dimeranti Saling Lempar, Terkait Misteri Hilangnya 80 Ton Timah Batangan.
Kamis, 16 Mei 2019 | 15:05 WIB
Bawanslu Meranti Terkesan Lamban dalam Mendalami Dugaan Money Politik Caleg Dapil IV Dimeranti.
Kamis, 09 Mei 2019 | 22:22 WIB
PT. Timah Tbk Gelar Sosialisasi Beasiswa PPDB dimeranti.
Senin, 06 Mei 2019 | 11:51 WIB
Menyambut Bulan Romadhan dan HUT Ke-3 Tahun, DPW-PPI Meranti Gelar Syukuran.
Jumat, 03 Mei 2019 | 00:33 WIB
Diduga Tuntutan JPU Tidak Sesuai BB, Dan Tidak Terima Putusan Hakim, Terdakwa Kasus Narkoba Ajukan Banding.
 
Indeks Berita | Indeks Foto | Indeks Terpopuler | Redaksi
2015 All Rights Reserved | Riau Bangkit