Home / Meranti

Diduga Tuntutan JPU Tidak Sesuai BB, Dan Tidak Terima Putusan Hakim, Terdakwa Kasus Narkoba Ajukan Banding.
Penulis: Admin | Jumat, 03 Mei 2019 | 00:33 WIB Dibaca: 115 kali

 Foto Ilustrasi


 

 

Meranti Riaubangkit.Com -  Tidak terima Putusan Hakim, Terdakwa Kasus Narkoba yang Dijerat Pasal 114 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 atas nama Syafrizal alias Pijal Mengajukan Banding atas dugaan proses persidangan mulai dari Pembacaan Tuntutan hingga Putusan Hakim terindikasi pasal yang dikenakan Terdakwa terkesan memberatkan karna tidak Sesuai Barang Bukti (BB) dan Kronologi penangkapan.  Jum'at 03-05-2019. 
 
Dari hasil pantauan media ini dilapangan diketahui terdakwa kasus nakoba bernama Syafrizal alias pijal dituntut 7 tahun 3 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada persidangan yang digelar senin 15/04/2019 dipengadilan Negri Selatpanjang jalan Yus sudarso kecamatan tebing tinggi kabupaten kepulauan meranti.
 
Terdakwa dituntut oleh JPU 7 tahun subsider 3 bulan dengan pasal 114 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Sebagaimana diketahui Syafrizal alias Pijal ditangkap Resnarkoba Polres Meranti pada hari sabtu tanggal 24 November 2018 Bertempat dirumah Jalan Istianah desa alah air kecamat Tebing tinggi kabupaten Meranti. 
dengan Barang bukti diduga. 
1 buah kaca Pirek Yang diduga berisi shabu sisa Pakai. 
1 buah bong dari botol kaca
1 buah buah mancis
1 plastik Klep bening
1 unit Hp merk Xiao mi warna hitam
1 unit Hp samsung Warna Hitam
Uang 5.255.000. Dan
1 unit speda motor merk Honda Beat Warna Putih. 
 
Hal itu menjadi pembicaraan  dikalangan masyarakat umum kabupaten meranti karna diduga kuat JPU membaca tuntutan tidak sesuai dengan Kronologi saat penangkapan serta diindikasi JPU sengaja merubah pasal yang telah ditetapkan Penyidik kepolisiaan sesuai Barang bukti (BB) dan Rumusan pasal yang dituangkan dalam BAP kepolisian untuk diteruskan kejaksaan.
 
Seperti yang dijelaskan Jaksa Penutut Umum (JPU) Stefano A.A Marbun SH menerangkan pelaku Saat ditangkap sesudah makai dengan Barang Bukti (BB)  diduga Shabu diduga Milik Syafrizal hanya didalam kaca Pirek dengan berat keseluruhannya termasuk Kaca pirek 2,4 gram dan Satu set Alat Isap (Bong) serta uang 5.225.000 milik pelaku diketehui untuk membeli Narkotika Jenis Shabu.  
 
"Syafrizal alias pijal sedang Makai dirumahnya desa alah air, langsung digrebek, dapat Barang Bukti (BB) kaca Pirek dengan berat keseluruhannya termasuk Kaca pirek 2,4 gram. Satu set Alat Isap (Bong) dan uang 5.225.000 milik pelaku untuk memesan Narkotika Jenis Shabu." Jelas Stefano A.A Marbun SH saat ditemui diruangan kerjanya Selasa, 16/04/2019.
 
Yang anehnya lagi begitu keluarga terdakwa memperlihatkan Berkas dari penyidik kepolisian kepada rekan rekan Media tercantum sebagaimana dalam rumusan pasal 114 ayat 1, jo Pasal 112 ayat 1, jo Pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. tapi berbeda yang disampaikan JPU Ketika disinggung mengenai Rumusan Pasal 112 dan 127 dari kepolisiaan tidak dituangkan dalam dakwaan dan tuntutan.
 
"Terkait Pasal Sudah dari Kepolisian tidak ada pasal 127, kami disini tidak bisa membuang Pasal dari penyidik,  yang menjadi dasar ditutut 7 tahun subsider 3 bulan Pasal 114 karna pelaku ingin membeli dengan jumlah uang 5.225.000." tambah Stefano A.A Marbun SH.
 
Atas Pristiwa itu berdasarkan barang bukti (BB) dipersidangan terlihat jelas bahwa Terdakwa hanyalah seorang Pengguna, yang semestinya menjadi Pertimbangan Hakim untuk memvonis Terdakwa seperti Penjual. disisi lain juga diketahui JPU diduga mehapus pasal 127 yang ada di BAP penyidik kepolisian. hal ini juga menjadi perbandingan dalam kasus kasus Narkoba beberapa waktu lalu yang di tangani JPU terdakwa dikenakan Pasal 114 ayat 2 dituntutan 6 tahun,  kasus Syafrizal alias Pijal dikenakan Pasal 114 ayat 1 di tuntut 7 tahun subsider 3 bulan. 
 
Terakhir ditempat terpisah, Ketua Majelis Hakim saat Zia Uljannah saat dikonfirmasi melalui pesan Whatshapnya Mengatakan tidak ingat lagi persoalan itu. 
 
"Waduh,  kemaren banyak yang putusan, saya gak ingat lagi. Nantik saya lihat lagi." tutup Ketua majelis hakim saat dihubungi Via Whatsaap selasa 23/04/2019. (Rls/Drm/Tim)
[ Kembali ]
Berita Terkait
Kamis, 25 Juli 2019 | 02:37 WIB
Pemasangan Tiang Listrik PLN Didesa Lukit Terindikasi Kuat Dikerjakan Asal-Asalan.
Kamis, 25 Juli 2019 | 01:29 WIB
Stand PLN ULP Selatpanjang Ikut Mensukseskan MTQ XI Tingkat Kabupaten Tahun 2019.
Sabtu, 13 Juli 2019 | 03:00 WIB
Warga Kecewa, PT RAPP Tak Kunjung Realisasikan Tanaman Kehidupan Di Lukit
Kamis, 11 Juli 2019 | 16:06 WIB
PT. RAPP Selain mencari titik Aman dengan lakukan 2 kali Ganti Rugi Lahan yang sama. Diduga kuat juga Bekerjasama Dengan Kepala Desa Jumilan untuk Serobot Lahan Masyarakat
Rabu, 26 Juni 2019 | 19:16 WIB
Pembukaan Tournamen Takraw di halaman polsek kuantan mudik oleh kapolres kuansing AKBP MUHAMMAD MUSTOFA. Sik. M.Si.
Minggu, 16 Juni 2019 | 07:53 WIB
Permaslahan Dokumen Izin Kilang Sagu Milik Embun Alias Ahwai, Ini Kata Danil.
Sabtu, 15 Juni 2019 | 05:55 WIB
PLN Area Dumai Rayon Selatpanjang Diduga Kerjasama Dengan Oknum Biro Utamakan Layani Kilang Sagu Untuk Mendapat Biaya Dua Kali Lipat Dari Harga Standar PLN.
Senin, 10 Juni 2019 | 06:57 WIB
Wah..... Diduga Selama 6 Tahun Kilang Sagu Dimeranti Kantongi Izin Kadarluarsa.
Sabtu, 25 Mei 2019 | 23:08 WIB
Terkait Dugaan hilangnya 80 Ton Timah dan Royalti untuk Meranti, Ini Kata Kabid DESDM Provinsi Riau.
Kamis, 23 Mei 2019 | 21:17 WIB
PT. Timah Salurkan Dana Program Kemitraan Smester 1 Tahun 2019 Dimeranti.
 
Indeks Berita | Indeks Foto | Indeks Terpopuler | Redaksi
2015 All Rights Reserved | Riau Bangkit