Home / Rohul

Bupati Akan Kembali Bahas Anggaran Pembangunan Rohul Capai Rp2,2 Triliun
Penulis: Hendra Ambarita | Senin, 01 April 2019 | 04:35 WIB Dibaca: 66 kali

Bupati Rokan Hulu H Sukiman, buka Musrenbang tingkat Kabupaten tahun 2019, di Convention Hall Islmic Center.


Pasir Pengaraian, RBC- Bupati Rokan Hulu (Rohul) membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kabupaten tahun 2019 yang mengusung tema "Mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan infastruktur, pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat".

Bupati Rohul H Sukiman, mengapresiasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rohul yang menaja pelaksanaan Musrenbang sesuai aturan, karena diawali dari tingkat desa, kecamatan, hingga Musrenbang tingkat kabupaten. Setelah tingkat kabupaten, nantinya akan kembali dilanjutkan kembali dalam Musrenbang provinsi dan diakhiri di tingkat Nasional.

Dari usulan pembangunan di Rohul tahun 2020 mendatang yang total anggarannya mencapai Rp2,2 triliun, Bupati menilai akan kembali melakukan pembahasan lebih lanjut untuk dapat dikelola dan diproses secara keseluruhan guna kesejahteraan masyarakat Kabupaten Rohul.

“Melalui Bappeda, kita akan coba lagi kelola dan proses seluruh usulan ini. Jika dana APBD tidak cukup, kita akan coba usahakan dari APBD Provinsi dan APBN pusat”, ucap Bupati Rohul Sukiman, di Convention Hall Islamic Center, Pasir Pengaraian, Kecamatan Rambah, Senin (18/03/2019) pagi, yang dihadiri perwakilan dari Bappeda dan anggota DPRD Provinsi Riau, Setda dan Forkopimda Rohul, Staf ahli Bupati, asisten, kepala OPD, sejumlah anggota DPRD Rohul, stakeholder, elemen masyarakat, serta para Camat dan kepala desa se- Rohul.

Sementara, Kepala Bappeda Rohul Nifzar, mengutarakan sesuai tahapan aturan yang berlaku dalam penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Rohul tahun 2020, pihaknya telah banyak menerima usulan kegiatan pembangunan dari pelaksanaan Musrenbang setiap kecamatan, termasuk 175 program pokok pikiran DPRD untuk 857 kegiatan dengan jumlah dana yang dibutuhkan mencapai Triliunan Rupiah.

“Dari hasil kompilasi usulan Musrenbang di setiap kecamatan mulai dari pokok pikiran DPRD, program top down OPD Rohul dan arahan kepala daerah, dibutuhkan dana pembangunan mencapai Rp2,2 triliun. Sedangkan kemampuan keuangan daerah Rohul hanya berkisar Rp1,5 triliun sampai Rp1,6 triliun", sebut Nifzar.

Oleh karena itu, pihaknya memastikan akan tetap mengkoreksi dan membatalkan program-program yang tidak termasuk dalam Rencana Strategi (Renstra) OPD, untuk dapat mencapai Rp700 miliar dari program usulan yang ada.

Meskipun terjadi pembatalan program, nantinya para OPD dapat mengajukan Renstra kembali dan akan di proses sesuai kewenangan OPD agar dapat dipenuhi melalui pendanaan APBD Provinsi Riau, APBN Pusat, Dana Desa, ataupun dana dari Tanggung jawab sosial perusahaan.

Nifzar menyebutkan, program prioritas dalam pembangunan tahun 2020 yang meliputi, peningkatan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, listrik, air bersih, infrastruktur pendidikan dan kesehatan.

Kemudian, penguatan dalam sektor pertanian dan ketahanan pangan, menumbuhkembangkan industri kecil menengah dan pariwisata, peningkatan dan pengoptimalan Sumber Daya Manusia (SDM) dari sisi pelayanan publik.

Untuk angka kemiskinan di Rohul juga di data masih tinggi yakni pada angka 10,91 persen, jika dibandingkan dengan angka kemiskinan di Provinsi Riau yang hanya mencapai angka 7 persen.  Di tahun 2020, pihaknya menargetkan angka kemiskinan di Rohul harus diturunkan 1 digit.

Upaya yang dilakukan untuk menurunkan angka kemiskinan terangnya, yakni dengan menyusun program yang berpihak dan menumbuhkan income (pendapatan) per kapita masyarakat, seperti dari sektor pertanian. Jika income per kapita dari sektor itu naik, tentunya Rohul kedepan dapat keluar dari indikator dan menurunkan angka kemiskinan.

“Usaha kita untuk menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Rohul masih sangat rendah, yakni pada angka 68. Sementara IPM Provinsi Riau sudah di angka 70”, terang Nifzar.

Nifzar menyebutkan, dalam penyelesaian masalah IPM pihaknya akan mengupayakan dari 3 sektor yang menjadi perhatian utama yakni, sektor (Pendidikan), (Ketahanan Pangan, Perikanan, Perkebunan dan Peternakan), serta dari sektor (Kesehatan).

Untuk sektor pendidikan, dipastikan harus berkomitmen dahulu menuntaskan masalah pendidikan di Rohul, seperti sarana prasarana minimnya mutu guru, jumlah murid yang kurang dan biaya pendidikan yang mahal. Dengan komitmen tersebut, program wajib belajar 12 tahun akan meningkatkan IPM.

Kemudian sektor ketahanan pangan, perikanan, perkebunan dan peternakan, perlu perhatian Pemkab Rohul untuk anggaran dana yang cukup.

Lalu untuk sektor kesehatan, Pemkab Rohul harus memastikan masyarakatnya keluar dari kasus Stunting atau kekurangan gizi atas pertumbuhan anak yang tidak normal. Sebab Rohul termasuk kabupaten yang memiliki 10 lokasi pelayanan kesehatan stunting di desa.

Sedangkan, Kepala Bappeda Provinsi Riau, diwakili Kepala bidang ekonomi dan SDM Abdullah Maskur, mengingatkan Pemkab Rohul dalam hal menyusun RKPD tahun 2020 harus memperhatikan 2 hal yang penting, yakni IPM dan data angka kemiskinan yang masih tinggi.***End

[ Kembali ]
Berita Terkait
Sabtu, 20 Juli 2019 | 00:34 WIB
Segini Uang dan BB yang Diamankan Unit Reskrim Polsek Bonai Darussalam
Sabtu, 20 Juli 2019 | 17:34 WIB
Panen Ikan Perdana di Sungai Salak, Bupati Ingin Desa Lain Mencontoh
Kamis, 18 Juli 2019 | 22:02 WIB
Hasil Mediasi, Bongkar Muat Material Bangunan Diserahkan ke Pihak PKS PT MIS
Rabu, 17 Juli 2019 | 21:20 WIB
Bupati Rohul Bantu APE ke PAUD, dan Imbau Kades Siapkan Legalitas Tanah
Senin, 15 Juli 2019 | 03:00 WIB
3 Atlet FOPI Rohul Dapat Poin Luar Biasa
Sabtu, 13 Juli 2019 | 06:10 WIB
Berbagai Lomba Warnai Festival Pesona Danau Sipogas
Jumat, 12 Juli 2019 | 22:41 WIB
Sopir-sopir Diberi Pengarahan dan Diseleksi
Kamis, 11 Juli 2019 | 06:13 WIB
Pelaku Penyuruh Panen Sawit Disekitaran PT EMA Diringkus
Rabu, 10 Juli 2019 | 01:39 WIB
HUT Bhayangkara ke-73 Dipusatkan di Mako Polsek Tambusai Utara
Sabtu, 06 Juli 2019 | 01:29 WIB
160 Guru Kelas III dari 160 Sekolah Ikuti Diklat K-13
 
Indeks Berita | Indeks Foto | Indeks Terpopuler | Redaksi
2015 All Rights Reserved | Riau Bangkit