Home / Meranti

Tokoh Masyarakat Dan LSM Bantah dan Tidak Terima, Terkait Temuan Ilegal Loging PT.NSP Mengatasnamakan Masyarakat.
Penulis: Admin | Minggu, 07 April 2019 | 04:38 WIB Dibaca: 301 kali

Keterangan Foto:

Humas PT.Nasional Sago Prima Dan Kayu Hutan 

Yang Berada Di Area PT.NSP 


Meranti Riaubangkit.com - Lagi-lagi PT National Sago Prima (NSP) yang merupakan salah satu perusahaan raksasa yang begerak bidang pengolahaan dan penanaman bibit sagu diwilayah Kecamatan Tebing Tinggi Timur Kabupaten Kepulauan Meranti Provinsi Riau diduga telah melakukan pembalakan liar dikawasan hutan konsensi.
 
Dari pantauan media ini dilapangan berserta tim invitigasi dari Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Kinerja Aparatul Negara Indonesia (LSM-PENJARA) pada rabu sore tanggal 27 maret 2019 kemaren. ditemukan dengan jumlah Puluhan Rakit Kayu Bulat sebesar pohon kelapa atau ratusan batang dengan ukuran panjang lebih kurang sekitar 8 meter yang berada dikawasan Area PT.Nasional Sago Prima (NSP) tepatnya dilokasi Kanal Tempat Pembongkaran Manual (TPM 2)
 
Menurut warga, ratusan batang kayu tersebut milik PT NSP yang diduga kuat hasil ilog di kawasan huntan kontruksi Guna untuk kepentingan Prusahaan dalam pelaksana program pembuatan Sekat Kanal," Ujar warga setempat berinisial SH. 
 
Tidak hanya itu, Informasi yang beredar dari beberapa tokoh Masyarakat melontarkan, Akivitas Pembalakan liar yang diduga dilakukan pihak PT NSP sudah sering dilakukan, dan ribuan batang kayu tersebut digunakan sebagai untuk cerocok pembutan Pondasi kolam IPAL, bahkan untuk bahan bakar pemanas mesin Oven juga mengunakan kayu dari hutan kontruksi di daerah sekitarnya tanpa Izin, yang berkerja itu semuanya karyawan prusahaan dan dan tidak ada melibatkan masyarakat.
 
Atas temuan itu, Humas PT NSP bernama Setyo Budi Utomo ketika dikonfirmasi media ini awalnya sempat berkelah bahwa tidak mengetahuinya. bahkan Budi sempat mengatasnamakan masyarakat setempat. 
 
"Saya tidak tau, soalnya saya lagi sibuk memadamkan api kebakaran lahan. Memang sekarang kita lagi menjalankankan program pembuatan sekat kanal agar air tidak keluar. Kayu hutan itu dari masyarakat setempat yang menjadi  pihak ketiga mengantar langsung sampai kearea PT." Kelah Budi.
 
"Kalau Soal Ilog tidak usah jauh- jauh abang lihat. Kita memang sudah bikin  sekat kanal sebanyak 152, begitu juga BRG sekarang juga lagi gencar bikin sekat kanal seperti di Desa Sungai Tohor, Desa Lukun dan Desa Kepau Baru, Nah... itu mereka mengunakan kayu dari mana, Abang sebagai LSM dan Media cek juga lah di situ," kata Budi saat berbincang bincang di Queen Cafe jalan banglas. 
 
Menyikapi Hal itu Herman Selaku Tokoh Masyarakat Desa Lukun Tidak terima Pihak Humas PT.NSP mengatasnamakan Masyarakat membawa Kayu tersebut Sampai Dilokasi  TPM 2.
 
"Pak budi sebagai humas di PT.NSP jangan membawa nama msyarakat, kalo benar kenyataannya coba katakan dan tunjukan siapa masyarakatnya. Jangan asal cakap saja." jelas herman ketika berbincang bincang di Queen Cafe sambil pembahasan lanjutan temuan Ini.
 
Senada juga Ketua LSM-PENJARA INDONESIA Abd Kadir Jailani tidak terima atas pernyataan Yang dilontarkan Humas PT.NSP mengatasnamakan masyarakat. dan akan menggiring Temuan serta meminta kejelasan dari Pihak PT.NSP.
 
"Saya melalu LSM-Penjara Indonesia akan Menggiring temuan ini, dan menyurati pihak pihak terkait, dan meminta dilakukan Audensi terbuka, dan Pihak Prusahaan diminta menunjukan langsung Masyarakat yang seperti Humas PT.NSP katakan. jangan asal sebut aja." Jelas Abd Kadir Jailani.
 
Terakhir Abd Kadir Jailani akan melakukan koordinasi diberbagai pihak dan akan menggandeng Beberapa Lembaga berbadan Hukum, dan media untuk diEkspos langsung Tentang temuan ini sampai tuntas.
 
"ini merupakan pekerjaan serius yang harus ditelusuri, agar para para perusak hutan lingkungan tidak sesuka hati menebang kayu hutan dan mengatasnamakan Masyarakat. dan kami juga sudah koordinasi dengan pihak terkait, begitu juga beberapa Media Online maupun cetak sudah kami gandeng untuk Mengekspos Temuan ini sampai Tuntas." Tutupnya. (Rls/Tim)
 
 
[ Kembali ]
Berita Terkait
Kamis, 16 Mei 2019 | 15:05 WIB
Bawanslu Meranti Terkesan Lamban dalam Mendalami Dugaan Money Politik Caleg Dapil IV Dimeranti.
Kamis, 09 Mei 2019 | 22:22 WIB
PT. Timah Tbk Gelar Sosialisasi Beasiswa PPDB dimeranti.
Senin, 06 Mei 2019 | 11:51 WIB
Menyambut Bulan Romadhan dan HUT Ke-3 Tahun, DPW-PPI Meranti Gelar Syukuran.
Jumat, 03 Mei 2019 | 00:33 WIB
Diduga Tuntutan JPU Tidak Sesuai BB, Dan Tidak Terima Putusan Hakim, Terdakwa Kasus Narkoba Ajukan Banding.
Rabu, 01 Mei 2019 | 00:43 WIB
Beberapa Kasua Dugaan Korupsi Sampai Saat Ini Belum Ditemui Titik Terang.
Rabu, 01 Mei 2019 | 23:37 WIB
Penerimaan Diklat Pemberdayaan Measyarakt Diduga Ada Pemainan Oknum Dinas Terkait.
Sabtu, 27 April 2019 | 22:27 WIB
Puluhan Ton Timah Batangan Milik PT WPJ Ditopang Diduga Hilang: Kades Sebut Camat & Mantan Kadistamben
Rabu, 24 April 2019 | 14:50 WIB
Kades Lukun Tidak Terima Tuduhan Yang Dilontarkan Humas PT.NSP Tanpa Bukti.
Minggu, 07 April 2019 | 06:02 WIB
Diduga Pembalakan Liar Oleh PT.NSP Mengatasnamakan Masyarakat. Ini Kata Ketua DPRD Meranti.
Minggu, 07 April 2019 | 04:42 WIB
Terkait PT.NSP Mengarap Kayu Hutan Mengatasnamakan Masyarakat. Ini Kata Gubernur Riau.
 
Indeks Berita | Indeks Foto | Indeks Terpopuler | Redaksi
2015 All Rights Reserved | Riau Bangkit