Home / Meranti

Selain Kangkangi UU kelautan, Diduga Krew Kapal MV.Elugco Ekpress Tidak Miliki BPJS.
Penulis: Admin | Rabu, 06 Maret 2019 | 06:54 WIB Dibaca: 50 kali

Keterangan Foto

Kapal MV.Elugo Ekpress-99 GT 125 dan Perjanjian PKL


Meranti Riaubangkit.com- Kapal MV.Elugco Ekpress-99 GT 125 dengan rute Selatpanjang ke Batupahat yang dikelola PT.Pelnas Jaya Utama diduga kangkangi aturan Undang Undang Pasal 31 ayat 2 PP no 7 tahun 2000 tentang Kepelautan. Rabu (06/03/2019)
 
Berdasarkan hasil investigasi dan Konfirmasi tim media dilapangan diduga adanya kerugian yang diterima karyawan yang diketahui Kapten MV.Elugco Ekpress-99 GT 125 terkait tidak sesuainya perjanjian kerja laut (PKL) yang menerangkan Pihak perusahaan wajib memberikan Santunan kepada awak kapal jika awak kapal mendapat musibah Meninggal Dunia.
 
Seperti yang diceritakan Istri Amirudin (Arm) Kapten Kapal MV.Elugco Ekpress-99 GT 125 Beberapa waktu lalu mengatakan kekecewaannya terhadap perusahaan MV.Elugco Ekpress-99 GT 125 yang tidak sesuai dengan kesepakatan Perjanjian kerja laut (PKL) yang ditandatangani Kedua belah pihak sesuai dengan Peraturan Undang Undang tentang Kelautan.
 
"saya sangat kecewa hanya dijanjikan meberikan santunan untuk suami saya yang telah meninggal saat masih bekerja Di Kapal MV.Elugco Ekpress-99. sampai saat ini tidak ada menerima Santunan dari Perusahan Kapal MV.Elugco Ekpress cuma dibantu ongkos menjemput mayat Suami saya dimalaysia kemaren." jelas Istri almarhum Amirudin saat ditemui dirumahnya tanggal 12/02/2019.
 
Selanjutnya dijelaskan istri Almarhum Amirudin (Arm), "padahal sesuai Undang Undang Di PKL sudah jelas, tapi kenapa sampai saat ini masih dijanji janji kan, udah bertahun tahun mengabdi di Perusahaan sebagai Kapten MV-Elugco Ekpress tapi pihak perusahaan banyak bengaknya. selama bekerja di Verry MV.Elugco Ekpress itu BPJS pun tidak ada. Pas terjadi musibah ini Semua sudah saye dihubungi, agen Pelayaran, Kantor Sayahbandar dan tempat penjualan tiket Elugco Ekpress, tapi hanya di Opor opar Kesana kesi dan dijanjikan saja." tutupnya.
 
Terkait kejadian tersebut diatas Diduga pihak perusahaan MV.Elugco Ekpress-99 GT 125 Kangkangi aturan UU tentang kelautan, tidak melakukan kewajiban yang telah disepakati Kedua belah pihak yaitu santunan Untuk pekerja yang Mendapat musibah atau meninggal saat masih aktif bekerja tidak diberikan kepada korban. selain itu yang anehnya lagi PKL ditandatangani Pihak Sahbandar tanpa Adanya BPJS, Ini perlu ditanggapi dengan serius oleh Pihak syahbandar agar lebih teliti dalam mengeluarkan Izin berlayar. Karna menyangkut  Hak hak pelaut sesuat aturan yang telah ditetapkan dan bisa menjadi contoh yang tidak baik untuk prusahaan pelayaran lainnya.*** (Red/tim)
 
 
 
 
[ Kembali ]
Berita Terkait
Kamis, 16 Mei 2019 | 15:05 WIB
Bawanslu Meranti Terkesan Lamban dalam Mendalami Dugaan Money Politik Caleg Dapil IV Dimeranti.
Kamis, 09 Mei 2019 | 22:22 WIB
PT. Timah Tbk Gelar Sosialisasi Beasiswa PPDB dimeranti.
Senin, 06 Mei 2019 | 11:51 WIB
Menyambut Bulan Romadhan dan HUT Ke-3 Tahun, DPW-PPI Meranti Gelar Syukuran.
Jumat, 03 Mei 2019 | 00:33 WIB
Diduga Tuntutan JPU Tidak Sesuai BB, Dan Tidak Terima Putusan Hakim, Terdakwa Kasus Narkoba Ajukan Banding.
Rabu, 01 Mei 2019 | 00:43 WIB
Beberapa Kasua Dugaan Korupsi Sampai Saat Ini Belum Ditemui Titik Terang.
Rabu, 01 Mei 2019 | 23:37 WIB
Penerimaan Diklat Pemberdayaan Measyarakt Diduga Ada Pemainan Oknum Dinas Terkait.
Sabtu, 27 April 2019 | 22:27 WIB
Puluhan Ton Timah Batangan Milik PT WPJ Ditopang Diduga Hilang: Kades Sebut Camat & Mantan Kadistamben
Rabu, 24 April 2019 | 14:50 WIB
Kades Lukun Tidak Terima Tuduhan Yang Dilontarkan Humas PT.NSP Tanpa Bukti.
Minggu, 07 April 2019 | 06:02 WIB
Diduga Pembalakan Liar Oleh PT.NSP Mengatasnamakan Masyarakat. Ini Kata Ketua DPRD Meranti.
Minggu, 07 April 2019 | 04:42 WIB
Terkait PT.NSP Mengarap Kayu Hutan Mengatasnamakan Masyarakat. Ini Kata Gubernur Riau.
 
Indeks Berita | Indeks Foto | Indeks Terpopuler | Redaksi
2015 All Rights Reserved | Riau Bangkit