Home / Meranti

Perjuangkan Nasib Eks Honorer K2, Komisi I DPRD Meranti Temui MenPAN-RB di Jakarta
Penulis: Admin | Jumat, 08 Pebruari 2019 | 19:40 WIB Dibaca: 42 kali

Foto Bersama Diakhir Pertemuan  Komisi I DPRD Kabupaten Meranti

Dengan MenPAN-RB di Jakarta

 


MerantiRiaubangkit.com - Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepulauan Meranti, Riau melakukan kunjungan ke KemenPAN-RB di Jakarta, Rabu yang berlangsung pada 30-01-2019 lalu.
 
Kedatangan rombongan Kepulauan Meranti, disambut oleh MenPAN-RB yang diwakili Kabid SDM Hesti, didampingi Kasubbag Pelayanan dan Informasi Warsito.
 
Dari Kepulauan Meranti ikut diikuti rombongan yang dipimpin oleh Ketua Komisi I Edi Mashudi SPdi, MSi, dan Anggota Marhisyam S.Kom, Ardiansyah SH, MSi, Azni Safri, Nursyahruddin, Muzakir dan Rasyd Harahap S.Pdi, serta  Sekretaris BKD Bakaruddin dan Kabid Pengadaan Pemberhentian dan Informasi Kepegawaian Said Sholahuddin.
 
Dalam kesempatan itu, Ketua Komisi 1 Edi Mashudi menyampaikan, Pemerintah harus memperhatikan nasib eks honorer K2 khususnya di Kabupaten Kepulauan Meranti yang tidak lulus tes tahun lalu.
 
"Tenaga guru ada 126 orang, dan tenaga penyuluh 93 orang. Sebagaimana kita ketahui, bahwa Kepulauan Meranti merupakan daerah perbatasan, daerah yang berbatasan langsung dengan selat melaka. Guna memaksimalkan peran Pemerintah Daerah dalam pelayanan birokrasi, tentu Meranti membutuhkan banyak tenaga, untuk itu Pemerintah Pusat hendaknya memperhatikan hal tersebut," ujarnya.
 
Dijelaskan Kabid SDM KemenPAN-RB Hesti, Pemerintah Pusat memang ada rencana akan mengadakan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada tahun 2019 ini. "Namun itu baru sekedar rencana, ibaratnya bayi baru lahir, karena mekanisme rekrutmen dan regulasi tentang jabatan yang diisi oleh PPPK belum diatur," katanya.
 
Terkait permintaan Ketua Komisi I DPRD Kepulauan Meranti tersebut, Hesti mengatakan untuk eks honorer K2 yang belum lulus tes CPNS tetap harus melalui tes. Artinya, tidak ada perbedaan dengan yang umum, karena itu merupakan prosedur yang harus diikuti.
 
"Sesuai rencana, untuk rekrutmen PPPK tahap pertama memang diprioritaskan khusus untuk eks honorer K2 yang tidak lulus tes," bebernya.
 
Lebih lanjut, Warsito selaku Kasubbag Pelayanan dan Informasi menambahkan, berdasarkan rapat koordinasi (rakor) di Batam beberapa hari lalu, belum adanya kesepakatan mengenai rekrutmen PPPK. 
Tahapan pertama direncanakan khusus untuk eks honorer K2, sementara tahapan kedua baru diadakan untuk umum.
 
Selanjutnya, Anggota Komisi 1 DPRD Kepulauan Meranti Marhisyam dan Ardiansyah, sempat menanyakan terkait syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk PPPK, sementara eks honorer K2 ada yang lulus D3 seperti Tenaga Kesehatan Bidan/Perawat, lulusan SMA untuk Tenaga Guru.
 
Dikatakan Hesti, mengenai lulusan ini ada di Kementerian masing-masing, dan terkait usia minimal 20 tahun dan maksimal 58 tahun.*** (Rilis/Drm).
[ Kembali ]
Berita Terkait
Kamis, 25 Juli 2019 | 02:37 WIB
Pemasangan Tiang Listrik PLN Didesa Lukit Terindikasi Kuat Dikerjakan Asal-Asalan.
Kamis, 25 Juli 2019 | 01:29 WIB
Stand PLN ULP Selatpanjang Ikut Mensukseskan MTQ XI Tingkat Kabupaten Tahun 2019.
Sabtu, 13 Juli 2019 | 03:00 WIB
Warga Kecewa, PT RAPP Tak Kunjung Realisasikan Tanaman Kehidupan Di Lukit
Kamis, 11 Juli 2019 | 16:06 WIB
PT. RAPP Selain mencari titik Aman dengan lakukan 2 kali Ganti Rugi Lahan yang sama. Diduga kuat juga Bekerjasama Dengan Kepala Desa Jumilan untuk Serobot Lahan Masyarakat
Rabu, 26 Juni 2019 | 19:16 WIB
Pembukaan Tournamen Takraw di halaman polsek kuantan mudik oleh kapolres kuansing AKBP MUHAMMAD MUSTOFA. Sik. M.Si.
Minggu, 16 Juni 2019 | 07:53 WIB
Permaslahan Dokumen Izin Kilang Sagu Milik Embun Alias Ahwai, Ini Kata Danil.
Sabtu, 15 Juni 2019 | 05:55 WIB
PLN Area Dumai Rayon Selatpanjang Diduga Kerjasama Dengan Oknum Biro Utamakan Layani Kilang Sagu Untuk Mendapat Biaya Dua Kali Lipat Dari Harga Standar PLN.
Senin, 10 Juni 2019 | 06:57 WIB
Wah..... Diduga Selama 6 Tahun Kilang Sagu Dimeranti Kantongi Izin Kadarluarsa.
Sabtu, 25 Mei 2019 | 23:08 WIB
Terkait Dugaan hilangnya 80 Ton Timah dan Royalti untuk Meranti, Ini Kata Kabid DESDM Provinsi Riau.
Kamis, 23 Mei 2019 | 21:17 WIB
PT. Timah Salurkan Dana Program Kemitraan Smester 1 Tahun 2019 Dimeranti.
 
Indeks Berita | Indeks Foto | Indeks Terpopuler | Redaksi
2015 All Rights Reserved | Riau Bangkit