Home / Rohul

Ketua YBN: Ketua BPD Bonai Diduga Kuat Berperan Aktif Hidupkan Mesin Petahana
Penulis: Hendra Ambarita | Rabu, 06 Pebruari 2019 | 22:28 WIB Dibaca: 48 kali

Ketua Yayasan Bening Nusantara, Indra Ramos, S.Hi, bersama ke- 3 Cakades Bonai, di Mapolres Rokan Hulu, Senin (4/2/2019).


Pasir Pengaraian, RiauBangkit.com- 3 (Tiga) Calon Kepala Desa (Cakades) Bonai memenuhi panggilan penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Rokan Hulu untuk diperiksa sebagai saksi.

Ketua Yayasan Bening Nusantara (YBN), Indra Ramos S.Hi, sebagai kuasa hukum 3 orang Cakades membenarkan tentang pemanggilan tersebut, Senin (4/2/2019).

Dia menyatakan, ke- 3 Cakades diperiksa sebagai saksi atas pendalaman kasus dugaan pungutan liar (pungli) oleh panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang dilaporkannya 27 Desember 2018 lalu.

Ke- 3 Cakades Bonai yang menjadi korban dugaan pungli, yakni Harpani (56 tahun) nomor urut 2, Harmaini (60 th) nomor 3 dan Hermanto (38 th) nomor urut 4.

Panitia Pilkades, terangnya, menetapakan biaya pendaftaran, pengurusan surat rekomendasi dan biaya antar jemput pemilih dalam ajang Pilkades Bonai di Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, yang diselenggarakan serentak gelombang II pada 12 Desember 2018 lalu.

"Klien kita diperiksa oleh penyidik Tipidkor atas laporan kita tentang pungutan dana Rp22.500.000 per calon untuk total biaya dari pendaftaran, pengurusan surat hingga biaya antar jemput pemilih. Hal ini patut diduga soal kemenangan Kades petahana. Itu juga tidak terlepas dari kecurangan Panitia Pilkades, Panitia Pengawas (Panwas) dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang bermain", kata ketua YBN Indra Ramos.

Pihaknya menilai aneh atas kemenangan Kades petahana bernama M Rais selaku calon nomor urut 1 dilakukan secara sistematis (suara telah diatur), ditambah lagi pembebanan biaya yang diharuskan terhadap para calon.

Panitia Pilkades diduga membuat kebijakan sendiri untuk mengatur serta melemahkan rivalnya petahana. Sebab, sebagai penyelengara sudah seharusnya Panitia Pilkades bersifat netral kepada setiap calon, bukan untuk memihak kepada calon tertentu.

"Namun realita dilapangan berbeda. Sejak diselenggarakannya Pilkades serentak dari gelombang I hingga gelombang II di Rokan Hulu, hanya Panitia Pikades Bonai yang bisa membuat kebijakan sendiri termasuk soal permintaan uang yang cukup besar, tanpa jelas dasar hukumnya. Apapun itu kebijakan Panitia, Panwas dan BPD harus transparan tentang penggunaan dana itu, dan itu harus dilaporkan pertanggungjawabannya", ujar Indra.

Menurut Indra, permintaan uang dan pengaturan suara oleh Panitia Pilkades dan Panwas kuat dugaan adanya perintah dari ketua BPD bernama Jefriman.

Ketua BPD diduga kuat berperan aktif menghidupkan mesin petahana dalam memenangkan kontestasi Pilkades Bonai. Dengan cara itu, ke- 3 calon tidak menerima perlakuan adil dari para penyelenggara Pilkades.

Panitia Pilkades Bonai diduga telah melanggar UU Desa nomor 6 Tahun 2014, Perda nomor 1 Tahun 2018 dan Perbub nomor 53 Tahun 2018, tentang keuangan dan aturan teknis yang menyatakan bahwa Pilkades telah dibiayai APBD Rokan Hulu.

"Sebagaimana yang dialami klien saya, dengan modus menetapkan uang pendaftaran adalah langkah panitia melakukan pungli dan pemerasan terhadap Cakades Bonai. Untuk selanjutnya, kita akan mengontrol dan memantau kelanjutan dari laporan dan proses hukum yang telah didaftarkan di Polres Rokan Hulu, dengan harapan laporan ini segera dituntaskan berdasarkan Hukum Acara Pidana", tandas ketua YBN Indra Ramos.

Kronologis permintaan uang, Cakades nomor urut 2 Harpani, usai diperiksa sebagai saksi mengaku telah menyetorkan uang yang dimintai Panitia sebesar Rp20 juta. Dia membenarkan telah menyetor uang untuk biaya pendaftaran hingga dua tahap. Pertama Rp5 juta dan kedua Rp15 juta.

Selain itu, Harpani kembali membayar biaya untuk mendapatkan rekomendasi dari ninik mamak sebesar Rp2 juta dan ditambah lagi biaya antar jemput pemilih sebesar Rp500 ribu, dengan total sebesar Rp22,5 juta.

Sementara, pengakuan Cakades nomor urut 3 Harmaini, menyatakan memberi uang pertama kali Rp5 juta kepada Karizal selaku anggota Panitia Pilkades. Beberapa hari kemudian, Dia mengantarkan Rp10 juta ke kampung proyek depan Masjid Muslimin yang diterima langsung oleh ketua panitia Pilkades Bonai Irwan Sayup, dan terakhir Rp5 juta di rumah kediaman Irwan Sayup.

"Saya ditelpon oleh Panwas desa untuk menyerahkan uang sebesar Rp22,5 juta. Itu setelah mendaftar sebagai Cakades ya. Dan soal permintaan uang itu, saya baru diberitahu setelah penyerahan berkas pendaftaran. Berbeda dengan Harpani dan Herman, sebelum penyerahan berkas mereka sudah tau soal biaya pendaftaran, tapi kami sama-sama dibebankan biaya sebesar Rp22,5 juta. Harapan kami aparat kepolisi dapat mengungkap kebenaran ini", ujar Harmaini.

Sedangkan, Cakades nomor 4, Hermanto, membenarkan fakta yang diceritakan kedua Cakades tersebut.

"Dari desakan dan penetapan Panitia soal pembebanan biaya pendaftaran kepada kami, saya menyetorkan uang cash Rp20 juta kepada ketua Panitia Pilkades Irwan Sayup di aula BPD. Kemudian, biaya rekomendasi ninik mamak Rp2 juta dan biaya antar jemput pemilih sebesar Rp500 ribu", jelas Hermanto.*End

[ Kembali ]
Berita Terkait
Rabu, 20 Pebruari 2019 | 19:55 WIB
Disparbud Akan Buat Buku Sejarah Syekh Abdul Wahab Rokan
Jumat, 08 Pebruari 2019 | 06:08 WIB
Sukiman: Sekecil Apapun Nantinya Relatif
Kamis, 07 Pebruari 2019 | 05:59 WIB
Bangunan 4 Item di Makam Raja-raja Rambah Tunggu Proses Lelang
Rabu, 06 Pebruari 2019 | 22:28 WIB
Ketua YBN: Ketua BPD Bonai Diduga Kuat Berperan Aktif Hidupkan Mesin Petahana
Senin, 04 Pebruari 2019 | 05:50 WIB
Pejabat Baru Dihimbau Segera Buat Perubahan Positif dan Berbagai inovasi
Senin, 28 Januari 2019 | 23:59 WIB
DPD Partai NasDem Rohul Targetkan 7 Kursi
Sabtu, 26 Januari 2019 | 07:26 WIB
Himbauan Setda Dalam HUT ke-18 Desa Sialang Jaya
Kamis, 24 Januari 2019 | 03:43 WIB
Peringati Bulan K3, PKS Sei Tapung Gelar Aksi Jalan Santai dan Santuni Anak Yatim
Rabu, 23 Januari 2019 | 21:13 WIB
TNI, Polri dan Jaksa Diharapkan Awasi Langsung
Rabu, 23 Januari 2019 | 08:42 WIB
Gelapkan Motor dari Rohul, Nyimpan di Labuhanbatu
 
Indeks Berita | Indeks Foto | Indeks Terpopuler | Redaksi
2015 All Rights Reserved | Riau Bangkit