cialis daily australia viagra effekt levitra eller cialis kamagra prezzo nuovo cialis cialis vs viagra levitra kaufen cialis 20 mg cialis kaufen viagra pour femme cialis 5 mg kamagra online levitra prijs cialis online viagra kopen kamagra bijsluiter kamagra online viagra generique kamagra gel pas cher levitra online uk viagra wirkung kamagra bestellen Viagra online
Home / Nasional

Presiden Jokowi Minta TNI-Polri Respons Revolusi Industri 4.0
Penulis: PH Sitompul | Rabu, 30 Januari 2019 | 00:48 WIB Dibaca: 140 kali


Jakarta, RBC, Presiden Joko Widodo meminta kesiapan TNI dan Polri untuk merespons perubahan global yang sangat cepat. Kesiapan tersebut sangat diperlukan untuk mengantisipasi tantangan yang akan dihadapi Indonesia ke depannya.

Demikian ditegaskan Presiden Joko Widodo saat memberikan arahan pada Rapat Pimpinan TNI dan Polri di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 29 Januari 2019.

"Saya ingin mengingatkan bahwa dunia ini berubah. Lanskap politik dunia berubah. Lanskap global ekonomi juga berubah. Lanskap sosial global juga berubah sehingga kita harus merespons secara cepat perubahan-perubahan yang ada baik di bidang ekonomi, politik, atau sosial," ujarnya.

Rapim tersebut dihadiri oleh para perwira tinggi TNI dan Polri yang aktif. Selain itu, beberapa mantan Panglima TNI dan mantan Kapolri juga tampak dalam acara itu.

Selepas acara, Kepala Negara menjelaskan bahwa momentum revolusi industri keempat yang tengah berlangsung harus benar-benar direspons. Ia mendorong TNI maupun Polri untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dan menerapkannya untuk kebutuhan organisasi.

"Mungkin dengan lebih menggiatkan lagi riset-riset untuk alutsista kita. Kemudian tadi saya berikan contoh misalnya penggunaan _virtual reality_, _artificial intelligence_, kemudian 3D _printing_ yang negara-negara lain sudah mulai kembangkan di sisi kemiliteran," ucapnya.

Dalam Rapim TNI-Polri kali ini, Presiden Joko Widodo kembali menegaskan bahwa politik yang dijalankan TNI dan Polri ialah politik negara. Maka itu TNI dan Polri harus menjaga netralitas sekaligus memberikan rasa aman dan mewujudkan situasi yang kondusif menjelang Pilpres 2019.

"Politik TNI dan Polri adalah politik negara sehingga netralitas itu perlu sekali dijaga dan yang paling penting adalah lancarnya Pemilu, kondusivitas situasi, dan kondisi yang damai. Itu akan terjadi apabila TNI dan Polri ini solid, bersinergi bersama-sama menjaga ketertiban," tuturnya.

*Restrukturisasi TNI*

Dalam rapim tersebut, Presiden juga memastikan akan adanya 60 jabatan baru di institusi TNI yang akan diisi para perwira tinggi (pati). Sejumlah jabatan baru itu merupakan bagian dari restrukturisasi di tubuh TNI.

"Akan ada jabatan untuk pati baru sebanyak 60 ruang. Nanti bisa diisi dari kolonel untuk naik ke jabatan bintang," ujarnya.

Selain itu, Kepala Negara juga akan melakukan revisi terhadap aturan usia pensiun para prajurit TNI setingkat Tamtama dan Bintara hingga menjadi 58 tahun. Sebelumnya, para prajurit TNI harus menjalani pensiun di usia 53 tahun. Ketentuan mengenai hal itu telah diatur sebelumnya dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

"Saya perintahkan juga kepada Kementerian Hukum dan HAM dan Panglima TNI untuk merevisi pensiun Tamtama dan Bintara yang sebelumnya 53 ke 58 (tahun). Tapi ini merevisi Undang-Undang," ucap Presiden.

"Kalau umur 53 tahun ini masih segar-segarnya, masih produktif-produktifnya, kok sudah dipensiun. Polri kan sudah 58 tahun," imbuhnya menjelaskan.

 

Jakarta, 29 Januari 2019

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

[ Kembali ]
Berita Terkait
Rabu, 20 Pebruari 2019 | 04:48 WIB
Kapuspen TNI:
TNI Perlu Jalin Hubungan Kemitraan dengan LKBN Antara
Selasa, 19 Pebruari 2019 | 03:09 WIB
Jaga Kedaulatan NKRI, TNI Butuh Logistik
Jumat, 15 Pebruari 2019 | 00:33 WIB
Kodim 0718/Pati Salurkan Ilmu TNI ke Linmas
Kamis, 07 Pebruari 2019 | 16:18 WIB
Pers yang Digital
Rabu, 30 Januari 2019 | 00:48 WIB
Presiden Jokowi Minta TNI-Polri Respons Revolusi Industri 4.0
Rabu, 30 Januari 2019 | 21:39 WIB
Presiden Hadiri Panen Raya Udang di Muara Gembong Bekasi
Selasa, 29 Januari 2019 | 03:06 WIB
Mengenal Effendi Sianipar, Caleg Dapil Riau I di Pemilihan Umum 2019
Selasa, 08 Januari 2019 | 18:05 WIB
Cerita Akbar Tandjung Mendalami Sosok Jokowi Lewat Istrinya yang Asli Orang Solo
Selasa, 08 Januari 2019 | 15:22 WIB
Presiden Jokowi Minta Mitigasi dan Edukasi Bencana Dilakukan Sejak Dini
Rabu, 19 Desember 2018 | 23:47 WIB
Mubes Sekber Pers Indonesia di TMII sukses
Eggi Sudjana: Wartawan Harus Jujur dan Berani
 
Indeks Berita | Indeks Foto | Indeks Terpopuler | Redaksi
2015 All Rights Reserved | Riau Bangkit