cialis daily australia viagra effekt levitra eller cialis kamagra prezzo nuovo cialis cialis vs viagra levitra kaufen cialis 20 mg cialis kaufen viagra pour femme cialis 5 mg kamagra online levitra prijs cialis online viagra kopen kamagra bijsluiter kamagra online viagra generique kamagra gel pas cher levitra online uk viagra wirkung kamagra bestellen Viagra online
Home / Hukum & Kriminal
Terkait Dugaan Praktek Korupsi Dalam Proyek Pembangunan Drainase Jalan Soekarno Hatta Paket B Pekanbaru 2016,
BPK RI Sebut Ada Kelebihan Bayar, Kejati Riau Nyatakan “Belum Ditemukan Tindak Pidana”
Penulis: Patar Simanjuntak | Jumat, 18 Januari 2019 | 10:01 WIB Dibaca: 643 kali

Keterangan Foto : Salah satu bagian saluran drainase di jalan Sukarno Hatta ( pp gamari )


 

Pekanbaru, RBC  – Tindakan Pengusutan atau Penyelidikan terkait dengan Laporan dan Pengaduan PP GAMARI atas dugaan telah terjadinya praktek korupsi dalam pelaksanaan proyek pembangunan Drainase Jalan Soekarno Hatta Paket B Pekanbaru tahun 2016, olek pihak Kejaksaan Tinggi Riau terkesan jalan ditempat. Hal itu disampaikan Larsen Yunus Ketua PP GAMARI kepada  www.riaubangkit.com, Kamis (17/1/2019) di Pekanbaru.

 

Lebih lanjut Larsen mengatakan, Pihak Kejaksaan Tinggi Riau sepertinya memang tidak berniat untuk mengusut kasus ini hingga tuntas.

 

Buktinya ketika PP GAMARI Larshen Yunus hari Selasa (14/1/2019) lalu bertemu langsung dengan Asisten Pidana Khusus Kejati Riau Subekhan SH MH, di Kantor Kejaksaan Tinggi Riau, JL Arifin Ahmad Pekanbaru, sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati untuk bertemu.

 

Yunus heran, karena ketika Yunus bertemu dengan Subekhan, Yunus justru diajak keluar dari lingkungan kantor kejaksaan tinggi, dengan alasan sekalian makan siang bersama.


“Yunus, ayo kita makan siang sama. Tapi ntar ya, saya mau ke ruangan dulu", tutur Yunus, menirukan Subekhan pada saat mereka bertemu.

Dan setelah itu, ujar Yunus lagi. akhirnya mereka bergegas pergi meninggalkan kantor Kejaksaan Tinggi Riau, menuju Dr’s Koffie Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru.

Menurut Yunus, ketika mereka makan, Yunus juga dikenalkan dengan Koordinator Pidsus Kejati Riau dan salah seorang Jaksa yang dalam waktu dekat juga akan dilantik menjadi Kajari Pelalawan.

Namun sayang, dalam  pertemuan itu Subekhan hanya sedikit menjelaskan, perihal kasus yang dilaporkan PP GAMARI, selebihnya hanya diskusi dengan materi diluar konteks.

Sementara harapan PP GAMARI  ketika diajak keluar makan bersama diluar kantor, akan mendapatkan penjelasan yang memuaskan terkait dengan perkembangan penyelidikan atas laporan dan pengaduan PP GAMARI harus gigit jari. Karena Subekhan sambil berkelakar, mengatakan bahwa kasus ini sulit dilanjutkan. Namun, kasus ini akan dilanjutkan oleh Aspidsus Kejati Riau, jika nantinya ditemukan bukti-bukti yang terbaru kelak.

“Sabar mas Yunus, Penegakan Hukum Pasti Akan Kami Lakukan, termasuk Kasus Korupsi Drainase Paket B. Sampeyan percaya saja sama kami” ujar Yunus kepada www.riaubangkit.com menirukan pernyataan Subekhan.

 

Aspidsus Kejati Riau Sebut Belum Ada Tindak Pidana

 

Diwaktu terpisah, Subekhan Aspidsus Kejati Riau. ketika dikonfirmasi www.riaubangkit.com, Kamis (17/1/2019) tentang perkembangan penyelidikan atas  dugaan telah terjadinya Tipikor dalam pelaksanaan pekerjaan Pembangunan Drainase Jalan Sukarno Hatta Pekanbaru Paket B tahun 2016. Namun sayang, meskipun BPK RI sudah menyebutkan telah terjadi kelebihan pembayaran senilai Rp 1,3 miliar atas pelaksanaan pekerjaan tersebut, Pihak Kejaksaan Tinggi Riau sendiri menilai dan setelah dilakukan penyelidikan belum, ditemukan adanya tindak pidana.

 

“Kasus tersebut sudah dilakukan penyelidikan dan belum di temukan tindak pidana di sana”. ujar Subekhan.

Namun sayang, ketika www.riaubangkit.com mendesak pertanyaan terkait hasil audit BPK RI yang menyebutkan bahwa adanya kerugian dan kelebihan bayar atas proyek itu senilai Rp 1,3 miliar. Dan mempertanyakan kejadian ini apakah masuk ranah tipikor? serta bagaimana pengakuan Kejati Riau atas hasil audit yg telah dilakukan BPK RI itu? kemudian  auditor mana lagi yg harus dipercaya?. hingga berita ini tayang belum ada tanggapan dari Subekhan. (Patar Simanjuntak)

 

[ Kembali ]
Berita Terkait
Jumat, 18 Januari 2019 | 10:01 WIB
Terkait Dugaan Praktek Korupsi Dalam Proyek Pembangunan Drainase Jalan Soekarno Hatta Paket B Pekanbaru 2016,
BPK RI Sebut Ada Kelebihan Bayar, Kejati Riau Nyatakan “Belum Ditemukan Tindak Pidana”
Jumat, 11 Januari 2019 | 09:26 WIB
Hj Dahniar Diduga Terbitkan SKGR di Atas SHM.
Zakha Saputra Mantan Kades Rimbo Panjang Diperiksa Polda Riau
Selasa, 08 Januari 2019 | 21:26 WIB
Tingkatkan Pelayanan, Dit Samapta Polda Banten Jamin Keamanan Kantor KPU Provinsi Banten
Rabu, 19 Desember 2018 | 01:29 WIB
Elys Susanto Tabrak Lari Sekembalinya Melihat Jokowi
Jumat, 26 Oktober 2018 | 21:45 WIB

Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Kepulauan Riau Berkunjung ke kantor DPC AJO Indonesia Natuna
 
Indeks Berita | Indeks Foto | Indeks Terpopuler | Redaksi
© 2015 All Rights Reserved | Riau Bangkit